Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MINTA Data UN Kabid PIUS Sodorkan TIGA Kalimat Pendek

CitraNews

Dan UNKP SMK sebanyak 27 sekolah Negeri dan 22 sekolah Swasta. Atau total UNKP SMK sebanyak 49 sekolah dengan jmlah siswa sebanyak 2.534 orang. Sementara UNBK SMA diikuti 231 sekolah Negeri dan 193 sekolah Swasta. Atau total UNBK SMA sebanyak 424 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 50.918 orang. Dan UNKP sebanyak 116 sekolah Negeri dan 63 sekolah Swasta. Atau sebanyak 179 sekolah dengan  jumlah siswa sebanyak 12.723 orang.

Sedangkan tingkat SMP jumlah sekolah Negeri UNBK sebanyak 1.112 sekolah dan sekolah Swasta sebanyak 308 sekolah. Atau total UNKP SMP sebanyak 1.420 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 80.709 orang.

“Jika dihitung prosentasenya maka angka kenaikan UNBK dari tahun sebelumnya (2018) cukup signifikan untuk UNBK tahun 2019. Dalam mana UNBK SMA dari 36,34 persen menjadi 72,32 persen. UNBK SMK dari 30,16 persen menjadi 82,44 persen. Dan UNBK SMP/MTs dari 11,61 persen menjadi 18,72 persen),”jelas Benyamin.

Dari 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT baru 4 (empat) kabupaten di tahun 2019 yang menyelenggarakan UNBK SMA/SMK-nya 100 persen. Masing-masing Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sementara untuk tingkat SMP/MTs  dengan UNPK di Kabupaten Ngada sebanyak 16 sekolah; Nagekeo berjumlah 36 sekolah; Ende 60 sekolah dan Kabupaten TTU berjumlah 80 sekolah.

Menjawab wartawan alasan mendasar masih banyak sekolah UNKP di NTT, Benyamin mengatakan ada banyak factor di dalamnya. Diantaranya keterbatasan sarana prasarana (Sarpras) karena alasan keterbatasan dana pengadaan. Juga factor geografis NTT yang membatasi ruang gerak. Baik dalam memobilisasi peralatan serta keterbatasan jaringan listrik dan jaringan Telkomsel.

Karena kita ketahui bersama pelaksanaan UNBK dengan system komputerisasi maka jaringan listrik dan Telkomsel harus dalam kondisi siap (ready). Sarpras komputer, listrik, dan Telkomsel ketiganya merupakan satu kesatuan. Dan juga kesiapan tenaga operator.

Terkait ujian system komputerisasi ini, Sekretaris Dinas P dan K Provinsi NTT, Drs. Aloysius Min mengatakan, dalam pengoperasian system jaringan di kegiatan UNBK ini mutlak dibutuhkan Proktor (penjaga server) yang juga sudah terlatih. Selain proctor juga harus ada Help Desk. Tugasnya adalah mem-back up pergerakan data dari Proktor.

“Kesiapan proctor dan help desk ini mutlak diperlukan untuk mengantisipasi force major (kejadian darurat). Karena masalah kelistrikan  bisa saja sewaktu-waktu terganggu. Ataukah Telkom dengan signal yang juga labil.  Bahwa benar jika terjadi force major  atau alasan tertentu siswa bisa ujian ulang (susulan). Namun secara psikis sangat terganggu. Siswa yang tadi sudah siap mental dan terkonsentrasi akan buyar seketika. Dampaknya hasil  ujian bisa melorot,”jelas Alo di ruang kerjanya, Senin 18 Maret 2019. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Drs. Benyamin Lola, M.Pd. saat diwawacarai awak media di Gedung I.H. Doko Dinas P dan K Provinsi NTT di bilangan Jl. Soeharto Naikoten 1 Kupang Timor NTT, Senin 25 Maret 2019.