RAKYAT Tidak Bicara Soal PERUT Tapi JALAN Akses

Bupati Korinus : Masalah utama yang dihadapi rakyat Kabupaten Kupang umumnya dan khususnya masyarakat Amfoang adalah jalan. Minimnya prasarana jalan dan jembatan di wilayah ini mengakibatkan aksesibilitas ekonomi masyarakat terhambat.

Kupang, citra-news.com – SUDAH dari jaman ke jaman kepemimpinan bangsa ini, kondisi sarana dan prasarana jalan dan jembatan khususnya di Kabupaten Kupang terus memburuk. Potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat setempat tidak bisa dipasarkan secara meluas lantaran tidak memadainya jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

Hal ini ditegaskan Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno dalam temu pers usai pelantikan di Rumah Jabatan Bupati Kupang, Minggu 7 April 2019. Diketahui, pada hari Ahad ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melantik tiga Bupati dan dan dua Wakil Bupati. Masing-masing Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Ende, dan Bupati Ngada.

Bupati Korinus mengatakan, malah kebutuhan perut tidak menjadi masalah bagi masyarakat Amfoang khususnya. Jika di Kota Kupang harga beras sekilo Rp 12.000 maka harga beras di Amfoang Timur hanya berkisar Rp 8000-9000. Tapi semua potensi yang ada dan dimiliki masyarakat ini tidak bisa dipasarkan keluar. Karena minimnya prasarana jalan yang menyebabkan terbatasnya mobilitas yang menjadi moda transportasi darat ini.

“Rakyat kami di Kabupaten Kupang khususnya di Amfoang, mereka tidak mengeluhkan soal kebutuhan perut. Mereka tidak bicara soal perut lagi karena mereka punya potensi pertanian yang luar biasa. Akan tetapi kebutuhan jalan untuk mengaksesibilitas kebutuhan pokok masyarakat ke titik pemasarannya  ini menjadi kendalanya,”tegas Korinus.

Selaku pemerintah pihaknya juga turut prihatin dengan kondisi yang ada. Sehingga dengan kemampuan anggaran yang juga sangat terbatas, pihaknya berupaya membangun beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten. Dia berharap adanya sinergisitas pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Agar supaya apa yang menjadi impian rakyat ini bisa terwujud.

Ada 5 (lima) program prioritas Pemerintah Kabupaten Kupang, atau yang disebut dengan ‘Revolusi Lima P’. Diantaranya P yang pertama, ucap Korinus adalah Pertanian. Masyarakat Amfoang dikenal dengan luasan lahan basah yang bisa dikembangkan menjadi persawahan. Akan tetapi potensi lahan basah yang ada ini perlu ditunjang dengan ketersediaan prasarana jalan. Karena hasil produksi pertanian nantinya sebagian untuk kebutuhan pangan dan sebagiannya lagi bisa dipasarkan keluar.

“Jadi sesungguhnya persoalan yang dihadapi bukanlah persoalan perut. Persoalannya adalah bagaimana aksesibilitas pasar guna menjawabi kebutuhan pendidikan, kesehatan yang lebih memadai. Saya percaya dengan tebukanya akses jalan akan menolong masyarakat lebih berkembang maju ke depannya. Dengan focus program kami adalah Revolusi 5 P. Kita harus kerja cepat. Dalam bekerja kita harus pahami soal lalu bekerja cepat dan menghasilkan,”jelas Korinus dengan tidak merinci sebutan Revulis 5 P dimaksud.

Bupati Korinus juga mengakui, pihaknya sejak jadi PLT Bupati Kupang sudah melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan penyeberangan di Amfoang Utara. Diharapkan tahun 2020 sudah rampung dan bisa digunakan untuk kepentingan jangka panjang yakni memperlancar lalu lintas orang dan barang. Hasil pertanian, hasil ternak dan lain-lain bisa dibawa keluar Kabupaten Kupang. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno, dalam temu pers di Rujab Bupati Kupang di Kota Kupang-Timor Provinsi NTT,  Jumat 5 April 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *