Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Di Kupang AHOK ‘Diguncang’ Sejumlah ISU Menarik

CitraNews

Pada kesempatan itu Ahok juga mengakui, kalau namanya itu merupakan pemberian sang ayah.

“Sebenarnya, asli dalam akta lahir nama saya itu BANHOK, karena orang tua saya nikah mereka tidak membuat akta nikah,” ujar Ahok.

Nama Ahok, sebut dia, berarti hoki dan terus belajar untuk menjadi orang sukses. Ketika orang tuanya memberi nama versi Indonesia Basuki Tjahaja Purnama, yang artinya menjadi terang dengan sempurna di tengah dunia yang gelap.

Illustrasi Basuki Tjahaja Purnama –AHOK (kanan) saat teken MoU pengatarpulauan ternak sapi ke Provinsi DKI Jakarta. Tampak Frans Lebu Raya (mantan Gubernur NTT) tengah mempersiapkan dokumen MoU disaksikan Presiden Jokowi (kiri) pada Desember 2014. Doc. CNC/marthen radja.

Dengan pemberian nama itu, lanjut Ahok, orang tuanya ingin dirinya menjadi orang yang berhasil, sukses, makmur, dan bercahaya secara sempurna.

“Dengan adanya nama Basuki Tjahaja Purnama, seolah-olah saya tidak mau ada lagi dipanggil Ahok. Ya saya lahir dengan nama Ahok ya Ahok lah. Ahok itu kepanjangan dari Harapan Orang Kampung,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya terpanggil untuk menyelamatkan bangsa yang sedang dalam kondisi bahaya karena adanya kekuatan yang ingin mengganti dasar Negara dengan gerakan gerakan termasuk gerakan radikal yang makin masif.

Oleh karenanya, pilihan menjadi politisi melalui kendaraan partai nasionalis yang terbukti seperti PDI Perjuangan menjadi salah satu jawaban atas mimpinya untuk menyelamatkan bangsa dan Negara.

“Setelah saya masuk dalam tahanan, saya mengerti bahwa negara ini dalam kondisi bahaya. Lima tahun ini kalau partai nasionalis tidak memenangkan hati rakyat, kita bisa bahaya. Makanya saya bermimpi saya harus masuk patai yang telah terbukti nasionalis,” ungkapnya.

Ia mengatakan, inspirasi tersebut ia dapat dalam “Sekolah Mako Brimob”setelah membaca 58 buku termasuk pidato bung karno yang di tulis di Ende tentang dasar dan ideologi nasionalisme.

“Dari buku tersebut saya tahu bahwa PDIP dibangun dengan dasar ideogi yang jelas dan terkuat. Jadi saya putuskan kalau mau masuk partai politik maka saya hanya punya satu pilihan yaitu PDIP,” tambahnya.

Ahok Masuk PDIP Tidak Meminta Jabatan Apapun

Jikalau dalam lima tahun ia tidak masuk dan bergabung dalam partai, sambung dia, maka ia pasti akan menyesalinya seumur hidup. “Kalau lima tahun ini, kalau saya tidak masuk dan bergabung (ke PDIP) maka saya akan menyesal seumur hidup, dan saya tidak meminta jabatan apapun di partai politik. Saya hanya akan bantu, pak sekjen”.

Basuki Tjahaja Purnama –AHOK ketika Kongres PDIP di Bali pada awal Agustus 2019. Doc. CNC/tribunnews.com.