Sumbangan PAD Potensial Ada di SMK Negeri

Mathias Beeh : Sekolah-sekolah yang dibangun pemerintah dilengkapi dengan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan. Berapapun harga peralatan yang ada bukan menjadi ukuran bagi pemerintah, asal saja ia berfungsi maksimal. Mestinya sekolah-sekolah negeri juga peduli dan ikut bertanggungjawab dalam upaya peningkatan PAD.
Citra-Nes.Com, KUPANG – MENYUMBANGKAN sebagian sisa hasil usaha dari olahan kemampuan dan ketrampilan (skill) siswa dan guru adalah bentuk tanggungjawab bersama dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala SMKN 1 Kupang, MATHIAS M. Beeh, S.ST.Par, MM, mengatakan hal itu terkait rencana pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberlakukan ketentuan Wajib Sumbang PAD untuk kebutuhan pembangunan daerah.
Kepada wartawan Portal Berita citra-news.com di Kupang, Selasa 14 Januari 2020, Pak Mat-demikian ia akrab disapa- menjelaskan, mulai tahun 2020 Pemerintah Provinsi NTT akan memungut sebagian kecil dari pendapatan yang diterima sekolah.
“Memang benar kalau dibandingkan dengan SMA maka SMK punya pendapatan yang lebih potensial untuk PAD kita. Karena SMK memiliki unit-unit produksi yang bisa meraup keuntungan dari hasil pembelajaran siswa. Tapi selama ini tidak diatur secara baik sehingga dapat disalahmanfaatkan oleh oknum kepala sekolah,”katanya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMA se-Kota Kupang ini menuturkan, terlepas dari SMA. Tapi kami di sekolah SMK punya penghasilan tambahan setiap tahunnya cukup lumayan untuk menalangi beberapa kebutuhan sekolah. Terlebih pada SMKN 3 dan SMKN 2 (dulu bernama SMKK Kupang dan STM Negeri Kupang).
“Saya bisa perkirakan kedua sekolah ini punya pendapatan setiap tahunnya antara 750 juta sampai 1 miliar. Saya yakin itu karena SMKN3 Kupang punya unit-unit produksi yang nilainya besar-besar. Karena disana ada jurusan Tata Boga yang memiliki peralatan cangkih. Demikian juga pada jurusan Tata Rias dan Tata Busana. Bahkan di SMKN 3 memiliki hotel. Sementara di STM Kupang (sekarang SMKN 2) memiliki unit produksi Otomotif. Dimana memiliki mesin bubut yang bisa menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulannya,”jelas Mat.
Menjawab kemampuan SMKN 1 Kupang dalam menjawabi tuntutan PAD, kata dia, ada beberapa unit produksi yang bisa mendatangkan rupiah. Meskipun jumlahnya kecil dan jauh dibawah pendapatan SMKN 3 atau SMKN 2. Tapi kita juga punya pendapatan yang cukup untuk membiayai beberapa kebutuhan.
Unit-unit produksi yang berbau bisnis dimiliki SMKN 1 Kupang (sebelumnya dengan nama SMEA Negeri Kupang, red) diantaranya, toko sekolah. Kita juga punya kantin, sewa kecantikan. Berikut ada jasa akuntin dan perkantoran yang nantinya kami upayakan untuk bisa menghasilkan pendapatan. Kita juga punya keahlian untuk Service Komputer yang saat sedang digandeng Dinas Pdan K Provinsi NTT. Kemudian jasa pariwisata, khususnya tour and travel, serta sewa aula dan bursa kerja.


“Ini semua unit-unit produksi yang bisa kita dapatkan hasilnya. Serta mampu beri kontribusi untuk kebutuhan sekolah. Jika memang tahun ini diberlakukan sumbangan untuk PAD maka kami pun mendukung dan siap mensukseskannya. Kalau bicara secara angka berapa sumbangan yang bisa kami dari SMKN 1 Kupang berikan untuk pemerintah, saya targetkan pertahun Rp 25 juta akan berikan untuk menambah PAD kita,”ungkap Mat.
Sembari menambahkan, dari SMKN 1 Kupang hanya mampu mentargetkan Rp 25 juta pertahun. Tapi kalau SMKN 3 dia sangat bisa memberikan sekitar Rp 500 juta per tahun. Dan dari SMKN 2 bisa capai sekitar 300-400 juta atau lebih.
“Ini baru kita hitung SMK Negeri yang ada di Kota Kupang. Jika semua SMK Negeri se-NTT mampu beri kontribusi, saya optimis apa yang diharapkan Kadis PK Provinsi NTT bisa menggapai target Pemprov NTT,”tegas Mat.
Sesungguhnya sumbangan PAD yang diberikan sekolah, menurut Mat, sangat tidak sebanding dengan nilai sarana prasarana yang sudah dibangun pemerintah. Oleh karenanya sekolah wajib peduli bersama untuk meningkatkan PAD kita.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (PK Prov, NTT), Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd menyatakan, angka PAD yang harus bisa disumbngkan dari sektor pendidikan pada tahun 2020 meningkat sangat fantastis.
“Untuk sektor pendidikan dan semua sektor lain pada tahun 2020 diwajibkan memberikan sumbangan untuk peningkatan PAD. Tapi kita di pendidikan angkanya sangat fantastis, dari sebelunya sebesar Rp 70 juta, dia meningkat menjadi satu miliar,”ungkap Benyamin di Kupang, Selasa 07 Januari 2019.
Oleh karena itu, lanjut dia, Dinas OPK Provinsi NTT akan menggelar rapat bersama para kepala sekolah guna mengetahui kemampuan masing-masing sekolah. Kalau antara SMA dan SMK, saya (Benyamin Lola, red) kira SMK nantinya punya sumbangan yang sangat potensial untuk perningkatan PAD NTT, tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *