Lurah BATMALO Pastikan Bantuan PEMKOT Kupang Tepat Sasaran

ZET Batmalo, SH, MH saat diwawancarai awak citra-news.com di Kantor Kelurahan Oebufu di bilangan Jl. Amabi Kota Kupang, Timor NTT, Kamis 22 Oktober 2020. Doc.marthen radja/citra-news.com

Yance Ndaumanu : Dampak ikutan dari tidak validnya pendataan warga di tingkat RT/RW adalah banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Dan atau terjadi pendobelan dalam penerimaan jatah bantuan dari pemerintahan setempat.

Citra-News.Com, KUPANG – LURAH OEBUFU Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ZET Batmalo, SH, MH membantah adanya data warga yang tercecer di tingkat RT/RW.

“Tidak benar kalau sistem pendataan yang dilakukan para ketua RT di Kelurahan Oebufu ini banyak yang tercecer atau tidak valid. Karena sebagian besar ketua RT menerapkan model pelayanan ‘jemput bola’,”ungkap Batmalo saat diwawancarai awak citra-news.com di kantor Kelurahan Oebufu, Kupang, Timor-NTT, Kamis 22 Oktober 2020.

Lurah Batmalo juga tidak pungkiri bahwa masih ada satu dua Ketua RT yang bekerja setengah hati. Akan tetapi dari 44 RT dan 11 RW di Kelurahan Oebufu ini sudah terdata secara baik. Dia memastikan tingkat  validitasnya data penduduk sudah tidak diragukan lagi. Karena yang didata para ketua RT itu sudah by name by address. Bahkan data foto dari KK (kepala keluarga) yang bersangkutan.

“Soal pendataan warga saya himbau Ketua RT untuk turun langsung mendatanya secara by name by address. Bila perlu dibuktikan dengan data foto KK-nya. Lagi pula kami lakukan sistem pendataannya berlapis. Selain RT turun ke alamat warga, juga pendataan di kantor Lurah saat berurusan soal bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot),”demikian Lurah Batmalo.

Menurut dia, saat ini warga terdampak Covid-19 mendapatkan bantuan dari pemerintah di semua tingkatan. Ada bantuan dari Kemeterian Sosial, bantuan dari DAU yang dikelola elemen pemerintah di daerah. Baik dari pemerintah Provinsi NTT juga terutama dari Pemerintah Kota Kupang. Bahkan ada bantuan berupa natura secara sukarela by person (orang-perorangan) dari anggota DPRD Kota Kupang.

“Jika dalam tatap muka entah masa reses atau kunjungan kerja (Kunker), pemerintah keluarahan juga mendapat semacam pemberitahuan tertulis dari oknum anggota DPRD siapa yang mau berdialog di titik RT mana. Saya juga sering menghadiri undangan jika ada anggota dewan turun ke tengah warga. Sehingga bantuan biasanya berupa natura yang diterima warga. Untuk situasi saat ini bantuan apapun bentuknya memang datang pada saat yang tepat. Dan pada sasaran yang benar  yakni warga terdampak Covid-19,”tandasnya.

Menjawab implementasi AYO BERUBAH dari seruan moral sang Walikota Kupang, JEFRY Riwu Koreh, menurut Lurah Batmalo diterjemhkan melalui kegiatan program fisik. Dalam mana program pembangunan yang sedang dirasakan warga Kota Kupang adalah lampu jalan, bedah rumah, dan penataan taman. Juga pembangunan fisik jalan kelurahan yang dibiayai dari Dana Kelurahan yang bersumber dari APBD Kota Kupang.

Kika : GUSTAF Jance Ndaumanu dan ZET Batmalo, SH, MH saat diwawancarai secara terpisah oleh awak citra-news.com di Kupang, Timor NTT. Doc.marthen radja/citra-news.com

“Ada beberapa ruas jalan kelurahan yang sudah dilakukan pengerasan atau Lapen (lapisan penetrasi). Total dana tersebut senilai Rp 410 juta, dengan fisik bangunannya terdapat di RT 19, 23,20,26, dan RT 26. Termasuk satu buah jembatan kecil (deker) di RT 40 dan RT 41,”sebut Lurah Batmalo.

Sembari menambahkan, satu unit jembatan kecil tersebut dibangun dengan asas kebutuhan prioritas. Dimana warga di dua RT tersebut sulit aksesibilitas dari dan ke tempat-tempat pelayanan umum. Jadi kemasannya berdasarkan kebutuhan prioritas setelah menjaring aspirasi melalui beberapa tahapan musyawarah.

Sedangkan bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang  berupa bedah rumah juga bersumber dari APBD Kota Kupang tahun anggaran 2020. Ada dua unit rumah yang sudah dan akan dibedah. Dari 103 unit rumah yang teridentifikasi tim bedah rumah dimana didalamnya ada beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, diantaranya Dinas PUPR.

Dua unit rumah tersebut, sebut Batmalo, masing-masing atas nama YULIUS Elliek di RT 27. Dimana sudah selesai dibedah dan diserahkan langsung oleh bapak Jefry Riwu Koreh selaku Walikota Kupang. Dan satu unitnya lagi akan segera dibedah dalam waktu dekat, yakni tumah milik YULIUS Boelan di RT 04.

Investasi Air Baku Secara Swadaya

Ada juga beberapa program nyata lainnya yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan.Bahwa seruan ‘Ayo Berubah’ harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Itu yang diharapkan warga kota. Karena itu secara penganggaran dewan kota juga sangat mendukung dan menyetujui jumlah dan jenis kegiatannya, kata Batmalo, dengan tidak merinci nama dan jumlah dana APBD Kota Kupang untuk kebutuhan program pembangunan dimaksud.

Khusunya sumur resapan Lurah Batmalo menjelaskan, warga di Kelurahan Oebufu diwajibkan memiliki sumur resapan yang dibangun secara swadaya. Pihak kelurahan sudah turun mengedukasi warga terkait sumur resapan ini. Nanti action-nya tahun 2021 dimana setiap rumah tangga harus memiliki sumur resapan.

Bagaimana bisa kita tahu kalau ada tidaknya sumur resapan itu, tohok awak citra-news.com. Lurah Batmalo membeberkan strategi jitu yang nantinya diterapkan, Iya, dalam setiap kali berurusan administrasi apapun di kantor kelurahan, hal pertama yang ditanya ke warga adalah ada tidaknya sumur resapan, kata Batmalo.

Kika : Suasana dialog anggota DPRD Kota Kupang, GUSTAF Jance Ndaumanu dan penyerahan bantuan pribadi berupa Sembako bagi warga. Jance didampingi Ketua RT 06 DANEL Dethan dan  Ketua RW, KOS Lima, Rabu 14 Oktober 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Kalau tidak ada sumur resapan di rumahnya maka urusan administrasi apapun di kantor kelurahan dipending dulu. Strategi ini dilakukan sekaligus membangkitkan kesadaran akan pentingnya investasi air. Karena hasil investasi air baku ini hingga ke anak cucu,“ucap Batmalo.

Terkait program aksi Pemkot Kupang soal lampu jalan, air baku, bedah rumah dan pembangunanfisik lainnya, sebelumnya juga diutarakan GUSTAF Jance Ndaumanu.  Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Demokrat itu dalam masa reses tahap 2 melakukan kunjungan kerja ke RT 06 kelurahan Oebufu.

Dalam kunjungan sang Wakil rakyat Kota Kupang ini didapat berbagai aspirasi dari warga yang hadir. Beberapa warga dalam dialog itu menyentil banyak hal. Diantaranya soal data penduduk, dimana tercecernya warga migran di wilayah kelurahan Oebufu. Juga menyoroti fasilitas dan sarpras (sarana prasarana) yang dibangun di wilayah Kelurahan Oebufu. Tidak terkecuali soal tempat sampah, lampu jalan, dan bantuan natura di masa pandemi Covid-19.

“Lantaran akibat sistem pendataan yang tidak obyektif dari Ketua RT maka ada beberapa warga yang berhak mendapatkan bantuan pemerintah menjadi tidak terurus. Alias bantuan tidak tepat sasarannya. Untuk itu para ketua RT  harus pro aktif,”himbau Jance Ndaumanu.

Hal lain yang menjadi fokus Kunker anggota DPRD Kota Kupang, kata Jance, adalah melihat dari dekat pelaksanaan program eksekutif di tingkat kelurahan. Dan masalah yang klasik adalah soal air bersih, terutama. Karena aspirasi yang kami peroleh dari warga berharap adanya pembangunan sumur resapan sebagai jawaban krisis air bersih.

ZET Batmalo dan DANEL Dethan  (kiri gambar 2) jelang Kunker anggota DPRD Kota Kupang, Gustaf Jance Ndaumanu, Rabu 14 oktober 2020. Doc.marthen radja/citra-news.com

Disoroti soal kurang proaktifnya RT, DANEL Dethan, Ketua RT 06 menampiknya. Karena sebagai Ketua RT dirinya sudah berupaya maksimal melakukan pendataan secara cermat. Bahkan tidak sekali dua kali dia turun ke domisili warga.  Karena ia pahami warga punya kesibukan tersendiri dalam urusan nafkah.

“Saya selaku Ketua RT 06 mau klarifikasi apa yang dipersoalkan salah satu warga. Yakni sistem pendataan yang diragukan validitasnya. Pernyataan itu tidak betul. Karena yang kami lakukan adalah mendatangi alamat rumah KK yang bersangkutan. Soal validasi datanya nanti ada pada pihak (obyek) pemberi bantuan. Karena data penduduk harus di-cross check lagi (check and balance) dengan data di kelurahan,”ungkap Danel di kediamannya usai Kunker Jance Ndaumanu, Rabu, 14 Oktober 2020. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *