George : GENERASI Muda Harus BISA Menjadi Agen PERUBAHAN

GEORGE M. Hadjoh (kiri) terima berkas siswa PKL dari Kepala SMKN 5 Kupang Dra. SAFIRAH C. Abineno (kanan). Doc. marthen radja/citra-news.com

Lembaga pendidikan formal, informal maupun non formal menjadi arena belajar bagi generasi usia emas (the golden age) untuk membangun bangsa menuju perubahan. INDONESIA BISA lahir dari generasi muda bangsa ini yang memiliki kemampuan komprehensif.

Citra News.Com, KUPANG – KEPALA BIRO Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Setda Prov.NTT), GEORGE M. Hadjoh mengatakan, generasi muda adalah agen perubahan. Untuk menjadi the agent of change (agen perubahan) ia harus memiliki kemampuan yang komprehensif. Dan kemampuan akan kecerdasan, skill, dan karakter yang mumpuni ini ditempah melalui lembaga pendidikan.

Hal itu disampaikan George saat beraudiens dengan Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno dan para guru Kompetensi Keahlian (Komli) dari Sekolah Kejuruan tersebut di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Kupang Timor Provinsi NTT, Selasa 04 Agustus 2020.

Dalam acara audiensi nan elegan ini, George mengajak semua pihak untuk ikut terlibat aktif membangun NTT menuju Sejahtera. Tidak kecuali sekolah. Oleh karena itu penempatan 25 siswa SMKN 5 Kupang untuk melakukan magang atau praktek kerja lapangan (PKL) ke gedung Sasando ini menunjukan keterlibatan generasi muda membangun masyarakat NTT menuju sejahtera. Ini tentunya sesuai dengan kemampuan skill mereka (siswa,red) masing-masing.

Karena diketahui, kata dia, lembaga pendidikan merupakan arena belajar siswa. Dan praktek kerja yang dilakukan ini merupakan perwujudan dari hasil pembelajaran atau pengetahuan teoritis dan kompetensi di sekolah. Kegiatan magang adalah fase dimana mereka bisa menyelami soal dunia kerja setelah mereka tamat dari lembaga pendidikan.

“Khususnya SMKN 5 Kupang harus bisa menjadi the best of the best (terbaik dari yang baik). Angka 5 merupakan satu cengkraman utuh bahwa out put SMKN 5 Kupang BISA melakukan hal yang terbaik membangun NTT menuju sejahtera,” ajaknya.

Indonesia Bisa, NTT Bisa dan SMK juga Bisa, tegas George. Karena Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di setiap kesempatan selalu mengajak sekaligus mengingatkan kita untuk kerja, kerja dan kerja. Karena untuk menggapai kesejahteran hidup kita harus lebih giat bekerja. NTT Bangkit itu artinya orang NTT harus giat kerja dan berani berinovasi. Bagaimana NTT bisa sejatera kalau kita hanya tidur-tidur saja. Kita tidak bangkit bekerja. Apalagi generasi muda yang adalah usia emas (golden age) harus bisa menunjukkan kalau Kami Bisa Menjadi Agen Perubahan. Menjadi agen perubahan tidak hanya bicara tapi harus diikuti dengan tindakan nyata, tandasnya.

RUBAH Mental PNS ke Enterpreneurship

Menurut pelatih olahraga beladiri Sorintji Kempo ini, kepada peserta magang di Kantor Gubernur tidak cukup memiliki kompentensi keahlian atau jurusan. Mereka juga perlu ditempah mental agar tangguh menghadapi pasar kerja  yang sarat dengan persaingan global saat ini. Jangan hanya bermental PNS saja. Harus rubah mindshet (pola berpikir) seperti itu.

Suasana audiensi di ruang kerja Kepala Biro Umum dan pembekalan materi magang bagi siswa SMKN 5 Kupang di halaman Gedung Sasando kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang, Timor Provinsi NTT, Selasa 04 Agustus 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Nah melalui magang ini, tegas George, sesungguhnya menjadi media yang dipersiapkan pemerintah untuk merubah mental PNS itu ke bermental enterpreneurship (wirausaha). Karena para siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) entah sekolah negeri atau swasta, setelah mereka tamat ada melanjutkan keperguruan tinggi. Akan tetapi juga lebih banyak mencari peluang kerja.

Saya sangat yakin itu, ucap Gorge. Nah kalau mereka diterima kerja sudah tentu sudah ada bekal ketrampilan yang mereka punyai saat mereka magang. Kan magang di Kantor Gubernur ini apa yang tidak ada. Kalau administrasi perkantoran ada, mau soal pemeliharaan lingkungan, teknik pengelasan, perbengkelan, kelistrikan dan lain-lain semua lengkap disini.

“Yang sedang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana dengan pemeliharaan gedung-gedung tinggi. Karena selama ini disewakan ke pihak ketiga. Ini yang saya mau melapor ke bapak Gubernur agar Dinas Pendidikan membuat pengadaan sarana prasarana (Sarpras) ke  SMK. Contohnya self belt (sabuk pengaman) agar nyaman bekerja. Bukankah keselamatan kerja yang perlu dijaga,”ucapnya retoris. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *