DESMIGRATIF Formula Tepat Bagi TKI ke Luar Negeri

Germanus : Secara kuantitatif Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Namun secara kualitatif sangat minim ketrampilan (skill) yang dimiliki para tenaga kerja. Sehingga Kementerian Tenaga Kerja RI mengintervensinya dengan program Desmigratif.

Maumere, citra-news.com – MENTERI Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Muhammad Hanif Dhakiri, S. Ag mengingatkan kepada masyarakat sebelum keluar negeri harus dipersiapkan berbagai aspek. Diantaranya Siap Mental; Siap Skill (ketrampilan); dan Siap Bahasa.

“Tiga aspek ini yang perlu dipersiapkan secara baik. Bila ketiga hal tersebut belum bisa terpenuhi maka lebih baik berdiam diri di rumah saja,”pinta Hanif dalam sambutannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Done Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Selasa 9 Oktober 2018.

Untuk pemenuhan ketiga aspek ini, Menaker Hanif  berharap semua pihak terlibat aktif untuk terus mengawal secara baik. Kesiapan sumber daya manusia melalui pendidikan adalah hal mutlak diperlukan dalam dunia kerja.

“Tidak peduli semiskin apapun masyarakat di Desa Done harus ada yang sekolah dan menjadi sarjana. Dan kepada pendamping Desmigratif selalu aktif dalam menjalankan tugas dan tetap semangat,”tandasnya.

Dia mengatakan, kunjungannya ke Desa Done ini adalah untuk memantau langsung program Desmigratif yang merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan. Dimana program ini difokuskan pada desa-desa yang menjadi kantong TKI. Dengan berbagai pelatihan ketrampilan dan kegiatan usaha ekonomi produktif.

Menurutnya Kabupaten Sikka merupakan salah satu kabupaten/kota di Provinsi NTT yang secara angka menjadi penyumbang TKI keluar negeri. Dan keempat desa yang ada di Kabupaten Sikka ini telah terdata di Kementerian tenaga kerja untuk mendapat perhatian khusus melalui intervensi program Desmigratif.

Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Germanus Goleng mengatakan, Desa Done adalah salah satu desa mandiri sasaran program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dari 4 (empat) desa yang ada di Kabupaten Sikka.

Dia menyebutkan di Desa Done di Kecamatan Magepanda terdapat 3 (tiga) kelompok tenaga kerja mandiri yang dibentuk oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka. Dimana setiap kelompok terdiri dari 20 orang (bahkan lebih) diberikan pelatihan mengolah bahan makanan dan produk olahan lainnya dari potensi yang dimiliki desa tersebut. Diantaranya pisang diolah jadi keripik pisang atau sate pisang dengan aneka rasa. Buah kemiri jadi minyak kemiri. Minyak kelapa yang diolah dari buah kelapa dan produk lainnya dari pohon kelapa. Sama halnya juga tiga desa mandiri migran lainnya. Masing-masing Desa Dobo Kecamatan Mego, Desa Tuanggeo dan Desa Kesokpoja di Kecamatan PaluE.

“Menariknya anggota kelompok yang ada umumnya adalah purna atau mantan TKI. Sasaran program Desmigratif adalah desa dimana sebagian besar penduduknya banyak mengirimkan TKI keluar negeri,” jelas Germanus.

Program Desmigratif, lanjut Germanus, tidak hanya melakukan upaya pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tetapi juga melakukan kegiatan lainnya seperti memberikan penyuluhan, informasi tentang peluang kerja, juga membangun koperasi bersama, dan mengasuh secara bersama-sama  anak-anak yang ditinggal orangtuanya berangkat ke luar negeri.

Guna meminimalisir pergerakan TKI illegal, kata Germanus, di Kabupaten Sikka akan dibangun kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang berfungsi untuk memberikan layanan informasi mengenai kebutuhan. Baik secara kualitatif dan kuantitatif tenaga kerja di luar negeri. Serta urusan dokumen untuk calon migran Indonesia sampai pada tahap pemberangkatan TKI. Termasuk negara tujuan dan data perusahaan yang menampung TKI para itu. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Germanus Goleng, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Foto : doc. Armando/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *