PLTB Dibangun di Perbatasan NTT Indonesia -Timor Leste

Dengan kekayaan alam NTT yang luar biasa tentunya memantik para investor mau berinvestasi di NTT.  Nus Jawa : “…Memberikan kemudahan pelayanan dalam proses perijinan adalah resep ampuh bagi  para investor agar berbondong datang ke NTT…”

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, MARSIANUS Jawa mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada pelayanan yang baik dari aparatur pemerintah.

Hal itu dikatakan Nus Jawa-demikian ia akrab disapa, saat dikonfirmasi ketika awak portal berita citra-news.com terkait bidang pelayanan perinjinan yang diberikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

“Hampir semua bidang pelayanan dinas ini mengeluarkan ijin. Dan prosesnya tidak bertele-tele. Kita di pemerintahan ini sesungguhnyaadalah  pelayan masyarakat. Kalau kita melayani dengan baik, cepat, dan mempermudah urusananya, pasti masyarakat akan puas. Apalagi bagi investor yang datang untuk membangun daerah kita. Proses perijinan harus segera bekerja,”kata Nus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis,  07 Januari 2021.

Dia menyebutkan, salah satu investor yang invest di sektor kelistrikan yakni PT Satya Mitra Surya Perkasa (SMSP). Investor ini baru melakukan proses perijinan pertengahan tahun 2020. Sejak itu pula pihaknya membangun prasarana Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Laktutus Kabupaten Belu Provinsi NTT.

“PLTB di Desa Laktutus oleh PT SMSP ini vendornya dari Cina bekerjasama dengan PT Undastra milik Keuskupan Atambua. Pola kerjasama Energi Baru Terbarukan (EBT) ini menguntungkan warga masyarakat di wilayah perbatasan negara antara Indonesia dengan Timor Leste/NKRI-RDTL. Karena memang Kabupaten Belu sangat potensial dengan angin/bayu yang mampu menghasilkan energi listrik,”kata Nus Jawa.

Terhadap kemudahan dalam pemberian ijin tersebut membuat Gubernur NTT Viktort Bungtilu Laiskodat harus berucap terima kasih kepada sang Kepala Dinas (Kadis) PMPTSP, Nus Jawa. Pasalnya, menurut Gubernur Viktor pada acara penyerahan DPA, Rabu 06 Januari 2021 bahwa satu-satunya proses pemberian ijin yang tercepat ada pada Dinas PMPTSP.

Suasana Rapat Terbatas Penyerahan DPA kepada para OPD tingkat Provinsi NTT, rabu 06 Januari 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com 

“Terima kasih kasi kepada pak Kadis, Nus Jawa. Pengusaha Cina menyampaikan terima kasih kepada saya selaku Gubernur NTT bahwa ijinya cepat keluar dan gratis,”ucap Gubernur Viktor.

Terkait bidang-bidang perijinan yang dikeluarkan dinas tersebut, Nus Jawa menyebutkan pada tahun 2020 DPMPTSP mengeluarkan 4.868 ijin.  Yang terbanyak adalah Bidang Kesbangpol yakni sebanyak 3.227 ijin. Menyusul Bidang Kelautan Perikanan sebanyak 678 ijin. Dan Bidang Peternakan sebanyak 572 ijin.  Sedangkan Bidang ESDM sewbanyak 154 ijin, Bidang Perhubungan ada 93 ijin, dan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 69 ijin.

Sementara Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 34 ijin, Bidang Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi ada 17 ijin; Bidang Kesehatan ada 13 ijin; Bidang Sosdial dan Bidang Perindustrian dan Perdagangan masing-masing ada 4 buah ijin, dan 3 buah ijin lainnya dari Bidang Pertanian dan Perkebunan. +++ marthen/citra-news.com

La start-up a raison : puisque ses 70 salariés et médecins sont basés et enregistrés à Londres, son site ne répond pas aux exigences de la médecine française. Tant que les ordonnances délivrées par Zava respectent la réglementation française, il n’y a aucun problème”. Mais on considère que la pratique n’offre toutefois pas de garanties suffisantes selon les standards français de télémédecine : ” La Direction générale de la Santé et la Direction générale de l’offre de soins ne sont pas favorables aux pratiques proposées par le site Zavamed. www.cialispascherfr24.com Pas de logo, mais le business reste légal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *