Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

LAIN di MULUT Lain di PRAKTEK, Dimana-mana SAMPAH Berserakan

Reporter: marthen radjaEditor: redaksi
CitraNews

Lurah Bello, Robynson Lona menyebut ada 5 (lima) TPS yang sudah disetujui pemerintah. Yakni di dekat terminal Bello, di depan kompleks perumahan Sunly, dilahan milik Susteran atau Rumah Sakit CB (Carolus Boromeus(, di sebelah Bak Biru Kolhua dan di Jalur 40 tepatnya dekat Belvin Cuci Motor.

Tampak Lurah Roby pungut Sampah berserakan  di TPS seputrab Termibal Bellio.  Doc. marthen radja/cutra-news.com

“Setidaknya ada 5 kontainer sampah yang sifatnya mobile untuk memudahkan pengangkutan tanpa perlu kerja fisik berlebihan. Akan tetapi sudah hampir sebulan, kelima kontainer sampah tersebut sudah tidak ada lagi. Akibatnya sampah berluber tak terkendali dikawasan tersebut”, kata Roby.

Dia mengakui, kalau Pemerintah Kelurahan tidak mengetahui pasti apa penyebab lima kontainer tersebut telah ditarik kembali oleh Pemkot Kupang.

“Apakah pemerintah sudah bosan mengurus sampah warga ataukah kontainer itu sengaja ditarik pulang dan ditaruh ditempat lain, lalu mengabaikan hak warga kelurahan Bello yang sebenarnya juga sangat membutuhkan sarana tersebut”, tohoknya.

Hasil pantauan tim media, dengan ketiadaan kontainer, warga harus berjibaku membersihkan secara manual sampah-sampah yang berserakkan. Dengan membakar dan atau merapikan posisi sampah karena dibuang sembarangan dan bahkan menghalangi lalu lintas manusia dan kendaraan di jalanan.

Warga RT 21 misalnya, melakukan pembersihan sampah tersebut dengan membakar. Dipimpin tokoh masyarakat Stef Manafe, puluhan warga termasuk para suster bersama-sama membakar tumpukan sampah yang meluber dijalan tepatnya di kompleks lahan milik susteran CB dibelakang rumah sakti Carolus Borommeus Bello.

Nampak warga kesulitan membakar sampah tersebut karena didomininasi sampah plastik dan non organik semisal pampers bayi dan kotoran lainnya disaat musim penghujan yang kini masih terus mengguyur Kota Kupang.

Stef Manafe saat itu berharap pemerintah kota Kupang melalui dinas kebersihan dapat mengembalikan kontainer sampah yang sudah ditempatkan dikawasan itu.
Sehingga bisa dipakai warga untuk membuang sampah.

Warga lainnya Yohanes meminta Penjabat Wali Kota Kupang untuk turun langsung dan melihat buruknya penanganan masalah sampah yang begitu menghkawatirkan dan berpotensi membahayakan kesehatan warga. Selain para pelintas jalan karena lokasinya langsung dibahu kiri jalan.

“Ini lahan dikasih sukarela oleh komunitas susteran, mari kita kelola dengan baik dan bertanggungjawab. Sudah ada tong sampah, ditarik lagi dan kasih ke tempat lain. Ini sangat diskriminatif”, kesalnya.

Sementara Wily Mustari salah satu tokoh masyarakat RT 20 mengatakan, Bello sudah masuk ktegori kelurahan dengan darurat sampah.

Pasalnya, pemukiman warga sudah makin padat dengan hadirnya beberapa pengembang perumahan. Ini praktis volume sampah meningkat baik organik maupun non organik.

“Pemerintah Kota Kupang khusus kelurahan Bello segera melihat masalah ini sebagai urusan yang wajib dan mendesak. Jangan hanya pandai berkata-kata tapi lain tindakannya di lapangan. Slogan Kupang Kota besih, bebas, sampah, ramah lingkungan, dan Kota Bercahaya hanyalah sederet kata-kata indah. Dengan ketiadaan kontainer sampah maka membawa dampak yang buruk bagi kesehatan warga. Kawasan lingkungan menjadi kumuh karena sampah yang tak terurus”, tuturnya.

Mustari juga meminta agar menghadirkan 1 (satu) unit kontainer sampah mobile di RT 20 kawasan kantor BMKG Bello. Sehingga dapat mengurai permasalahan sampah yang dibutuhkan warga.

Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RS Carollus Boromeus, Kontainer Sampah. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RS Carollus Boromeus, Kontainer Sampah.