“Nah bicara soal insentif ini pemerintah dan DPRD perlu bersinergi menetapkan amggaran daerah untuk menanggulanginya,” kata Bobby, Rabu (7/02) di Kantornya di bilangan Jalan Timor Raya Tarus, Kupang.
Terutama bagi lembaga pendidikan swasta, perihal insentif bagi guru honor menjadi kendala. Apalagi kita bicara soal sarana prasarana yang kerapkali disepelehkan.
Lebih jauh dikatakannya, pendididikan anak usia dini (PAUD) tidak hanya sekadar tempat anak belajar membaca dan menulis.
Tetapi lebih dari itu, bahwa PAUD berfungsi untuk membentuk dasar-dasar kepribadian, keterampilan sosial, dan kecerdasan emosional yang menjadi pondasi penting dalam perkembangan anak.
Mengutip Dr. Amanda Suryani, seorang psikolog anak, bahwa Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tahapan krusial dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak.
Menurutnya, ini adalah periode di mana otak anak sedang berkembang pesat, sehingga stimulasi yang diberikan pada masa ini akan memiliki dampak yang sangat besar pada perkembangan selanjutnya.
Melalui berbagai kegiatan interaktif dan bermain yang dirancang khusus untuk usia dini, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga mengembangkan kemampuan kognitif dan motoriknya secara optimal.
Dari referensi-referensi mengenai pentingnya lembaga PAUD, Bobby berharap pemerintah dan DPRD tidak saja urus sekolah negeri. Untuk adanya pemerataan yang berkeadilan bagi lembaga pendidikan swasta, perlu diterbitkan semacam Peraturan daerah (Perda).
“Saya pernah menyampaikan hal ini ke Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Danial Taimenas. Saat kami hadir bersama di acara Natal Bersama di lembaga PAUD di Amaraai saya katakan insentif bagi guru PAUD ini penting untuk peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar,” demikian Caleg DPR RI dari Partai Demokrat Nomor urut 7 DAPIL NTT 2 ini.


