JEFRY Riwu Kore dan LUSIA Adinda Lebu Raya saat peminangan jadi Pasangan Kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang di Pilkada 2024. Doc. marthen radja/citra-news.com
Adinda Lebu Raya : Saya terima lamaran pak Jefri Riwu Kore jadi pasangan Calon Wakil Wali Kota Kupang punya banyak pertimbangan. Utamanya adalah pak Jefry….
Citra News.Com, KUPANG – PEMILU Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia tahun 2024 sudah di ambang pintu. Meski setiap figur kandidat harus merogoh kocek jadi mahar untuk biaya buka pintu Parpol pengusung. Tapi banyak figur kandidat juga telah menebusnya hingga bisa melenggang menuju ke tepian itu.
Di Pilkada Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur contohnya, pasangan Jefry R. Riwu Kore – Lusia Adinda D.N. Lebu Raya sudah pasti ‘Gaaass’ (bakal diusung, red) keluar dari pintu PDIP dan PAN.
Faktanya keluarga besar Jefry Riwu Kore (Jeriko) datang ke ‘Moting’ Lebu Raya (Rumah kediaman Lusia ADINDA Dua Nurak Lebu Raya) di bilangan Oepoi, Sabtu petang 20 Juli 2024. Tujuannya Jeriko datang meminang Adinda jadi ‘Pasutri Politik’ di Pilkada Kota Kupang 2024.

Dari fakta ini menorehkan kepastian bagi warga masyarakat Kota Kupang kalau pasangan Jeriko Adinda akan tancap gas jadi pasangan kandidat di kontestasi Pilkada Serentak tanggal 27 November 2024, bukan?
“Dukungan doa bapa mama basodara semua yang ada di Kota Kupang ini telah menjadi kekuatan bagi kami untuk maju jadi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029”, demikian sambutan Jeriko di Hari Pinangan politik.
Terpantau awak Portal berita citra-news.com, dari segi jumlah warga ibukota yang hadir sore itu sekitar 500-an orang. Tidak termasuk warga Pemilih Pemula. Tamu undangan yang duduk berdiri berdesak-desakan di bawah tenda dan rimbunan dedaunan pepohonan, tampak meresapi sekapur sirih para petinggi dari semua paguyuban yang ada di Kota Kupang.
Menyala dekorasinya. Apalagi perpaduan warna Merah mendominasi warna biru itu pra lambang warna dua Parpol PDIP dan PAN. Dua Parpol ini dipastikan mengusung pasangan Jeriko Adinda menuju peraduannya di pesta demokrasi November mendatang.
Jeriko dalam sambutannya mengakui ada banyak program pembangunan yang belum terselesaikan di era kepemimpinan Jeriko – Herman Man pada lima tahun lalu (2017-2022, red).
Apalagi di era kepemimpinannya tersandung wabah yang mendunia saat itu yaitu Covid-19. Sehingga praktis, kata Jeriko, ada banyak biaya program pemerintah harus beralih ke pembiayaan untuk penanganan Covid.













