“Bank Jatim akan terus melakukan inisiatif strategis dan berbagi pengalaman dengan seluruh anggota KUB demi kemajuan bersama. Karena sekarang bisnis itu tidak cukup hanya tumbuh secara linier, tetapi juga harus tumbuh secara eksponensial. Sama halnya dengan bank. Melalui KUB ini, kami juga ingin tumbuh tidak hanya organik, tetapi juga unorganik,” terangnya.
Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, juga mengapresiasi sinergisitas ini.
Menurutnya, Bank Jatim memiliki keunggulan dalam teknologi informasi (IT) dan pengelolaan UMKM, yang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan Bank NTT.
Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, termasuk pembiayaan proyek infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi daerah.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT optimis menghadapi masa depan yang lebih cerah. Sinergi dengan Bank Jatim diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat NTT dan Jawa Timur.
Melalui kerja sama yang erat, kedua bank ini diharapkan mampu menciptakan inovasi baru dalam industri perbankan, mendukung pembangunan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. +++ CNC/*
