“Pentingnya kontribusi produk obat dan makanan dalam mendorong perekonomian nasional. asar farmasi di Indonesia mencapai Rp176,3 triliun, kosmetik Rp110,29 triliun, dan makanan Rp4.388 triliun. NTT memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih besar ke pasar ini,” kata Ikrar.
Untuk diketahui saat ini, jelas dia, Provinsi NTT baru memiliki 5 (lima) UPT BPOM yang tersebar di Kota Kupang, Ende, Manggarai Barat, Belu, dan Sumba Timur. Untuk memperluas cakupan layanan, para Kepala Daerah harus menyatakan kesiapannya menghibahkan lahan untuk membangun UPT.
Pada kesempatan itu beberapa Bupati menyatakan kesiapannya menghibahkan lahan untuk membangun UPT. Yaitu Kabupaten Belu, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Kabupaten Ngada telah menyediakan masing-masing 1 HA (satu hektare lahan).
Gubernur NTT, Melky Laka Lena dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa NTT memiliki 844 desa dengan produk unggulannya masing-masing. Dan ada 35 desa telah menembus pasar ekspor.












