MARIA Rosalinda Uta Teku, SE, MM -Anggota DPRD Kota Kupang usai tanam anakan pohon Alpukat. Doc. marthen radja/CNC
Christian Widodo punya program inovasi unggulan bertajuk, “Besti Betuntung”. Ini penjelasannya…
Citra News.Com, KUPANG – TAMAN Nostalgia adalah salah satu titik labuh program kerja 100 Hari Dokter Christian Widodo dan Serena Corsgrova Francis, S.Sos.,M.Sc. pasca dilantik jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Dalam 100 Hari Kerja Wali Kota Christian Widodo dan Wakilnya Serena Francis menerapkan pola kepemimpinan yang merakyat dengan turun blusukan ke tengah masyarakat. Kedua pemimpin eksekutif Kota Kupang ini kadang bersaman turun mensosialisasi sekaligus menjemput aspirasi dan membangun komunikasi timbal balik dengan warga masyarakat akar rumput terkait program pemerintah di era kepemimpinannya.
Pada acara Penanaman Pohon dan Simulasi Edukasi Memilah Sampah Tingkat Kota Kupang di area Taman Nostagia pada Kamis (27/3), Walikota Christian mengatakan program Penanganan Sampah Terpadu didalamnya termasuk Kupang Kota Hijau (Green City). Karena dengan kondisi kota yang hijau dan bersih (bebas) dari sampah, warga kota bisa lebih sehat dalam beraktivitas untuk menggapai kesejahtaraan.
“Untuk kegiatan hari merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama beberapa OPD terkait. Saya dan kaka Serena kemarin-kemarin sudah bahas bersama dengan Dinas Pertanian, Pendidikan, Pariwisata, Kebersihan, Pertamanan, Dinas Kominfo, dan lainnya untuk kita melakukan aksi penanaman pohon mulai hari ini”, ujarnya.
Wali kota Kupang Christian menjelaskan road map penanganan sampah terpadu sudah mulai dijalankan di setiap kecamatan. Bahkan kami siapkan satu kontener plastik besar untuk setiap RT yang lebih kurang ada 1.300 RT se-Kota Kupang.
Lebih jauh dia membeberkan tentang Road Map penanganan sampah. Bahwa kami, saya dan kaka Serena, demikian Christian, sudah juga presentasekan ke OPD yang ada. Langkah awal yang kami dorong adalah penerapan sistem pemilahan sampah dari rumah tangga dengan menggunakan tiga jenis tempat sampah. Yaitu tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah berbahaya.
“Jadi untuk setiap rumah tangga perlu sediakan tiga tong sampah plastik berwarna merah, kuning, hijau. Kepada warga yang belum mampu membeli tempat sampah, diminta tetap melakukan pemilahan dengan kantong plastik sesuai kategori”, harap Christian.












