Mercy lebih jauh mengatakan, Fraksi PKB juga menyoroti mangraknya proyek pembangunan Jembatan Palmerah (Pallo Tanah Merah) di Kabupaten Flores Timur. Bahwa prasarana jembatan yang menghubungkan Larantuka (Flores Timur) dan Pulau Adonara ini dibangun oleh pemerintah Belanda. Itu artinya pemerintah Indonesia tidak harus banyak mengeluarkan anggaran lagi.
Mercy menjelaskan, proyek yang telah dijanjikan sejak 2015 ini sebenarnya tidak membebani APBD karena didanai melalui skema kerja sama dengan pihak Belanda. Namun hingga kini, progresnya nyaris tak terlihat.
Bayangkan, sejak 2015 sudah keluar anggaran hingga Rp1,5 miliar, tetapi proyeknya stagnan. Padahal, pemerintah Belanda sudah menyatakan komitmennya untuk membangun Jembatan Palmerah.
“Kami berharap melalui tangan dingin Gubernur Melky Laka Lena Pemprov NTT harus segera menindaklanjuti dan memprioritaskan pembangunan jembatan ini,” ucap Mercy.
Fraksi PKB berharap Gubernur dan Wagub NTT mampu mengambil langkah tegas dan fokus dalam menyelesaikan masalah-masalah utama menyangkut pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap di tangan dingin pak Gubernur Melky Lak Lena, NTT bisa benar-benar berubah. Prioritaskan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. +++ marthen/CNC
