ANGELA Mercy Piwung – Fraksi PKB DPRD NTT, di Kupang (20/5). Doc. marthen radja/citra-news.com
Mercy Piwung : Semoga saja melalui “tangan dingin” Gubernur Melky Laka Lena, bisa melanjutkan pembangunan jembatan Palmerah.
Citra News.Com, KUPANG – FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD NTT mengkritisi sejumlah masalah yang tengah mencuat di NTT. Masalah guru honor dipecat secara sepihak, masalah RSUD krisis dokter ahli enkologi, masalah Geotermal, dan mangkraknya pembangunan jembatan Palmerah di Flores Timur.
“Sejumlah persoalan ini menjadi sorotan Fraksi PKB dalam Sidang Paripurna hari ini. kami dari Fraksi PKB minta Gubernur Melky Laka Lena harus bertindak tegas dan arif dalam menghadapi permasalahan yang ada”, kata Angela Mercy Piwung di gedung DPRD NTT, Kupang, Senin (20/5).
Terpantau awak Portal berita citra-news.com, ada sejumlah catatan kritis terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT 2025–2029.
Persoalan pendidikan, lanjut Mercy, kondisinya masih morat-marit di banyak sekolah. Baik itu menyangkut sarana prasarana fisik maupun tenaga pendidikan. Ada banyak sekolah yang masih beratapkan rumbia dan berdinding bebak atau bambu dan berlantai tanah.
“Tapi pemerintah NTT berencana bangun unit sekolah baru. Lebih baik anggaran yang ada kita benahi infrastruktur dari sekolah-sekolah yang ada”, tegasnya.
