Program OVOP juga tidak sekadar menghasilkan satu desa satu produk unggul. Tapi juga mengusung transformasi sosial, ekonomi, dan budaya. Program OVOP dikembangkan sesuai inovasi dan kearifan budaya lokal yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Kami percaya di setiap desa/kelurahan memiliki aneka potensi dan produk unggulan masing-masing. Hasil produk yang ada ini diolah, dikemas, dan dijual ke pasar, baik di dalam daerah, ke tingkat regional Provinsi NTT, nasional Indonesia, bahkan dunia internasional.
Pertanyaannya mengapa OVOP, ucapnya retoris. Bahwa spirit one village one product (OVOP) dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa NTT adalah daerah yang kaya potensi yang luar biasa dan beranekaragam.
“Potensi pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan kelautan, energi baru dan terbarukan (EBT), serta beragam hayati lainnya. Bila ini dikelola maksimal maka mampu meningkatkan ekonomi berkelanjutan.”, ujarnya.
OVOP Wujud Martabat Diri
Senada Gubernur Melky, Ketua Panitia Launching OVOP Viktor Manek, S.Sos , M.Si menyatakan, Launching OVOP kali ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sebuah ekspresi rasa dan karya.
“OVOP adalah wujud martabat diri, di mana potensi lokal, kemampuan beradaptasi, dan kerja keras para pelaku usaha terekspresi dalam satu produk yang menggambarkan kebanggaan dan keunikan kita”, ujarnya.
Dari ladang dan laut ke pasar. Dari hamparan tanah membentang hingga kedalaman laut adalah anugerah Tuhan yang masyarakat desa kumpulkan dan dipersembahkan di pasar.
