Gubernur MELKY Laka Lena hadir langsung dalam Pesta Pelindung SMA St. Arnoldus Janssen Kota Kupang, Kamis (15/1/2026). Doc. CNC/humas prov.ntt
Doa yang Terjebak di Jalan Sunyi dan Larik-larik yang Tersesat di Senyummu adalah Kumpulan Cerpen dan Puisi karya siswa SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.
Citra News Com, KUPANG – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mempertegas bahwa Sabda harus berjalan seiring dengan pembentukan martabat manusia.
Siang itu, Kamis 15 Januari 2026, halaman SMA St. (Santo) Arnoldus Janssen di Kelurahan Tuak Daun Merak Kota Kupang tak sekadar menjadi ruang perayaan. Ia menjelma menjadi panggung iman, seni, dan literasi, tempat nilai-nilai spiritual Santo Arnoldus Janssen dihidupkan kembali melalui karya dan kreativitas generasi muda.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir langsung dalam Pesta Pelindung Sekolah Menengah Atas Santo Arnoldus Janssen Kota Kupang, yang dirangkai dengan peluncuran dua buku sastra karya Komunitas Sastra SMA Santo Arnoldus Janssen berjudul : Doa yang Terjebak di Jalan Sunyi dan Larik-larik yang Tersesat di Senyummu.
Kehadiran orang nomor satu di NTT itu memberi makna tersendiri, menegaskan bahwa pendidikan, iman, dan kebudayaan adalah fondasi penting masa depan daerah.
Dibawah tema, “The Spirituality of Saint Arnoldus Janssen Inspires Us As One Family, Many Faces But One Heart”, suasana sekolah terasa hangat dan hidup. Tarian kreasi, pembacaan puisi, paduan suara hingga penampilan band sekolah silih berganti, menyuarakan semangat persaudaraan dalam keberagaman, sebagaimana diwariskan sang Santo pendiri.
Momentum istimewa itu kian lengkap saat dua buku sastra diluncurkan yakni kumpulan Cerpen “Doa yang Terjebak di Jalan Sunyi” & buku Puisi “Larik-larik yang Tersesat di Senyummu”.
Pemukulan gong dan pemotongan tumpeng oleh Gubernur Melky bersama jajaran Gereja dan pihak sekolah menjadi penanda lahirnya karya literasi dari bangku SMA, sebuah capaian yang jarang namun membanggakan.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh hadirin menengok kembali jejak dan perjuangan Santo Arnoldus Janssen. Ia menyebut sang pendiri SVD sebagai imam visioner yang memadukan pewartaan iman dengan pendidikan dan kebudayaan.
“Beliau meyakini bahwa Sabda harus berjalan seiring dengan pembentukan martabat manusia. Itulah sebabnya pendidikan menjadi jantung karya misi,” ujar Gubernur dengan nada reflektif.
