Hal ini penting untuk mencegah terjadinya duplikasi program dan memastikan kesinambungan kebijakan lintas sektor.
Selain itu, fraksi juga menekankan pentingnya integrasi prinsip inklusi sosial dan kesetaraan gender dalam seluruh tahapan perencanaan.
“Jadi pembangunan itu harus menjangkau semua kelompok, tanpa kecuali. Dan ini adalah tantangan masa depan NTT,” tegasnya.
Menyadari kompleksitas pembangunan daerah, Fraksi Demokrat menekankan bahwa RPJMD bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
Karena itu, implementasi, evaluasi, dan pengawasan menjadi kunci utama keberhasilan RPJMD ke depan. Pemerintah daerah harus berani keluar dari zona nyaman perencanaan biasa. Kita membutuhkan pembangunan yang berani, inovatif, berbasis bukti, dan inklusif.
RPJMD merupakan dokumen perencanaan jangka menengah lima tahunan yang menjadi acuan bagi seluruh program dan kebijakan daerah.
Karena tantangan terbesar yang dihadapi NTT, sebagai provinsi kepulauan dengan tingkat kemiskinan tinggi. Ini menuntut perencanaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap realitas lokal. +++ marthen/egy












