Dia minta Balai Wilayah Sungai agar membuat perencanaan untuk membangun Talud pemecah gelombang (break water) dan harus segera dilakukan.
“Pekerjaan fisiknya bisa dibangun di anggaran perubahan 2025 atau tahun berikutnya. Balai Wilayah Sungai segera menyusun perencanaan pembangunan talud penahan gelombang sebelum kerusakan semakin parah”, tegas dia.
Tidak hanya di Flores Timur, Ana juga menyoroti kebutuhan rehabilitasi Jembatan Wata Tutu di Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, yang sering menimbulkan banjir besar.
Dia mengasikan, pihaknya juga mendorong Balai Jalan Nasional untuk memasukkan proyek tersebut dalam prioritas perbaikan infrastruktur.

Dalam pertemuan dengan Balai Perumahan, Komisi IV DPRD NTT juga mengusulkan bantuan rumah layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di sejumlah kabupaten di NTT
“Balai-balai teknis cukup responsif terhadap usulan ini. Harapan kita, realisasinya bisa berjalan mulai 2025 Perubahan atau Tahun Anggaran (TA) 2026 agar wajah infrastruktur NTT makin layak, terutama di titik-titik strategis”, ujarnya. +++marthen/CNC













