Menjawab luasan area pertanian (luas tanam), Umbu Wanda didampingi Juru Bicara Mikson Lakidang dan Margiman Nalle menyebutkan, dari data Angka Tetap (Atap) 2024 Luas lahan padi di Kabupaten Belu 6.431HA. Sedangkan lahan jagung seluas 17.000HA.
Dari luas tanam yang ada tidak 100 persen berproduksi dengan baik. Kemungkinan hanya 70an persen saja berhasil. Musebabnya antara lain, keterbatasan air, modal terbatas, Sarpras terbatas, SDM petani yang rata-rata diatas 50 tahun, dan lain-lain permasalahan yang timbul pasca tanam.
“Belum lagi jelang panen,misalkan padi ada pencurian, yang Orang Sumba bilang “kedhu”. Atau pemasalahan Ijon di pasaran pasca produksi. Dengan kata lain di dunia pertanian produktivitasnya tidak konstan. Tapi tinggi dinamikanya”, tandasnya.
Untuk itu ke depan perlu dilakukan pendampingan dan pengawasan. Dan ini peran pemyuluh pertanian juga peran petani itu sendiri. Sehingga ke depannya perlu ada petani millenial, dengan usia dibawah 50 tahun.
UNHAN ini salah satunya ditanamkan jiwa agribisnis dan bisa menciptakan petani millenial. Kita ingin ke depannya kita punya petani-petani millenial. Nah, UNHAN salah satu universitas pencetak Petani Millenial”, pungkasnya. +++ marthen/CNC
