Dia mengatakan,tema global “Hand in Hand for Better Food and a Better Future” serta tema nasional, “Ketahanan Gizi Keluarga : Peran Pangan Lokal dalam Mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan” menjadi pengingat penting bahwa masa depan bangsa dimulai dari keluarga yang sehat dan mencintai pangan lokal.
Karena itu Pemerintah Provinsi NTT, terus mendorong penguatan pangan lokal melalui program Gerakan One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT.
“Pemerintah mendorong agar seluruh pangan lokal di NTT semakin baik, produksinya meningkat, dan dapat digunakan luas oleh masyarakat,” harap Gubernur Melky.
Gubernur ke-9 NTT ini juga mengungkapkan bahwa pemerintah senantiasa membuka diri untuk memperkuat kolaborasi dengan Gereja dan masyarakat untuk memperluas gerakan pangan lokal.
“Kami akan membuat klaster keagamaan dan klaster sekolah, serta memberikan bantuan seperti bibit, pupuk serta alat pertanian agar pangan lokal bisa berkembang dan dinikmati seluruh masyarakat,” tambah dia.
Perayaan Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Kupang di Paroki St. Simon Petrus Tarus, yang juga menandai ulang tahun paroki ke-11, menjadi simbol kuat bahwa pangan adalah anugerah Allah sekaligus tanggung jawab bersama.
“Semoga dari tanah ini, dari bulir sorgum, jagung, dan umbi-umbian yang tumbuh di ladang-ladang kita, lahir masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan penuh harapan bagi seluruh anak NTT,” tutup Gubernur Melky.
Sambutan Gubernur Melky diakhiri dengan seruan bersama : “Dengan Pangan Lokal Bergizi, Ayo Bangun NTT!”.
Terpantau awak Portal Berita citra-news.com, Hari Pangan Sedunia 2025 dilakukan Perayaan Ekaristi. Adapun thema dalam perayaan ini adalah “Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik”.
