Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kuang juga memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kupang sepanjang tahun 2025 untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Adapun langkah konkrit dimaksud antara lain: Pasar murah bersubsidi dua tahap (Maret dan Agustus) dengan total alokasi dana sebesar Rp900 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT).
Berikut, Operasi pasar dan inspeksi bersama untuk memastikan harga serta pasokan kebutuhan pokok tetap terkendali; Gerakan pangan murah di berbagai titik kota menjelang hari besar keagamaan dan HUT RI; Gerakan menanam bersama masyarakat dan aparat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal; Dan Kerja sama dengan daerah penghasil komoditas surplus guna memperlancar dan mengefisienkan rantai pasok pangan.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, bersama jajaran perbankan daerah, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Patrisius Tupen.
Selain itu juga hadir unsur Forkopimda Kota Kupang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, sektor ekonomi strategis, Bulog, Pelindo, Angkasa Pura, Pertamina, PLN, Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan, KADIN Kota Kupang, HIPMI Kota Kupang, akademisi, serta Himpunan Disabilitas Indonesia DPD NTT. +++ marthen/*













