“Kerja sama antara perbankan, pemerintah daerah dan pelaku usaha, intermediasi perbankan akan semakin membangun perekonomian NTT,” kata Prakoso.
Sementara itu sebagai Keynote Speaker, Gubernur Melky Laka Lena menyebutkan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini relevan dengan arah pembangunan daerah.
Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yakni pertumbuhan ekonomi 8% (persen) pada tahun 2029.
“Target pertumbuhan ekonomi bukan saja tinggi, tetapi juga harus berkelanjutan, berkualitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. Kuncinya sinergisitas dan kolaborasi diantara semua pihak. Baik itu perbankan, pemerintah daerah dan para pelaku usaha”, tegas Gubernur Melky.
Dia menjelaskan, NTT saat ini lagi menarik minat banyak pihak. Kami pemerintah NTT terus membuka kerja sama, kemarin dengan Jawa Timur, tercatat transaksi dalam misi dagang capai 1,882 Triliun. Besok kami akan menjalin kerja sama tiga provinsi, NTT, NTB, Bali, untuk mengatur ekonomi kawasan Nusa Tenggara – Bali. Ini tentu akan saling dukung dan menjadi kuat diantara kita, tandasnya.
Lebih lanjut Gubernur Melky mengatakan, Program One Village One Product (OVOP); One Community One Product, One School One Product, didorong untuk membentuk hilirisasi dalam masyarakat.
Menurut dia, potensi sumber daya yang dimiliki NTT cukup kaya, dan pengelolaan produk-produk NTT membutuhkan nilai tambah yang didorong oleh kreativitas.
