JEFRY Edward Pelt, SH saat FGD III RP2KPKPK 2025 di Hotel Naka, Kupang (Rabu (3/12). Doc. CNC/Ist.
Citra News.Com, KUPANG – MENATA KOTA Membangun Harapan. Demikian adagium yang ditorehkan dalam FGD III RP2KPKPK 2025. Kegiatan ini bukan sekadar seminar atau pertemuan formal biasa, tetapi ada denyar harapan yang pelan-pelan tumbuh. Dimana pemerintah saat ini sedang menata wajah Kota Kupang dan membangun harapan agar warga ibukota semakin layak huni dan bebas kawasan kumuh.
Di sebuah ruang pertemuan FGD III RP2KPKPK 2025 di Hotel Naka, suasana pada Rabu (3/12) pagi itu terasa berbeda. Para camat, lurah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah pusat duduk dalam satu ruangan.
Mereka menyimak, berdiskusi, dan berbagi pandangan untuk satu tujuan besar yaitu menata wajah Kota Kupang agar semakin layak huni dan bebas kawasan kumuh. Pertemuan FGD III itu jadi titik labuh sekaligus titik balik penanganan kawasan kumuh di Kota Kupang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penyusun Dokumen RP2KPKPK, Prof. David Pandie, Ketua Forum PKP Kota Kupang Tahun 2025, Ram Hendrikus, M.S., Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, Camat dan Lurah setempat, serta peserta seminar dari berbagai unsur masyarakat.
Di tengah suasana itulah, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., berdiri membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) III tahap akhir penyusunan RP2KPKPK Tahun 2025. Sebuah dokumen penting yang kelak akan menentukan arah pembangunan dan peningkatan kualitas permukiman di ibukota Provinsi NTT ini.
Dengan suara tenang namun tegas, Sekda Jeffry memulai sambutannya. Kegiatan ini, tegas dia, bukan sekadar seremoni. Tetapi momentum penting untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan perumahan yang layak dan manusiawi di Kota Kupang.
“Saya mengajak kita semua untuk melihat pertemuan ini bukan hanya sebagai seminar biasa. Ini adalah wadah kerja bersama untuk memastikan kualitas perumahan dan permukiman kita semakin baik. Kita harus mencegah munculnya kawasan kumuh baru dan memperbaiki yang sudah ada,” ujarnya disambut anggukan setuju dari peserta.
Sekda Jeffry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyusun dan pihak terkait yang telah bekerja keras melengkapi dokumen teknis yang menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menentukan arah intervensi dan pembiayaan ke depan.












