Tampak Ny, Vera C. Sirait Asadoma (tengah) menyaksikan penanaman anakan cendana di bilangan Jl. Polisi Militer Kupang, Selasa (9/12/2025). Doc. CNC/humas setdantt
Catatan Pinggir : *) Marthen Radja
Cendana tanaman langka yang pernah berjaya di masa lampau itu, kini diyakini……..
Citra-News.Com, KUPANG – DIBAWAH naungan angin laut dan awan hitam berarak masuk menyapa belakang halaman Rumah Jabatan Gubernur NTT, berpasang-pasang jemari perempuan-perempuan hebat itu menunduk ke tanah. Lembut, namun penuh daya.
Bibit cendana kecil berdiri tegak di pangkuan bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan saat itu pula, harapan ditancapkan bahwa dari tangan perempuan Indonesia, masa depan dapat tumbuh berpucuk-pucuk. Berharap suatu saat cendana bertumbuh subur menutupi lahan-lahan kritis, meski tumbuh di sela bebatuan bertanah hingga memberi manfaat ganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di bumi Nusa Tiada Tara tanah NTT.
Tanaman langka yang pernah berjaya di masa lampau itu kini diyakini minyak cendana telah mampu memancarkan aroma wewangian, berpencar merebah ke pangkuan SERUNI Merah Putih di bumi Pertiwi hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Suasana Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Selasa (9/12/2025), terasa berbeda. Langkah-langkah para ibu negara dari Serikat Perempuan Untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih memasuki ruangan, disambut hangat oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Ketua TP PKK NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena dan para perempuan NTT yang datang dengan segenap kebanggaan bahwa perjuangan mereka kini mendapat panggung nasional.
Tema kegiatan ini tak sekadar terpampang di baliho “Perempuan Hebat, Pahlawan Keluarga”, melainkan hidup di setiap denyut nadi. Sebab acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu 22 Desember dan HUT ke-67 Provinsi NTT.
Hadir pula Penasihat SERUNI, Ida Siti Faridah Pratikno, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, serta jajaran Forkopimda.












