Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MENGUBUR Masa Depan di Ujung Pena: Ketika HARAPAN Menjadi BARANG MEWAH di NTT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Ketiga, sekolah sebagai ruang aman. Sekolah harus menjadi garda terdepan edukasi kesehatan mental. Kita butuh sistem deteksi dini terhadap stres siswa agar keputusasaan bisa kita cegah sebelum berubah menjadi tindakan nekat.

Menghidupkan Nurani

Ketika seorang anak tidak bisa membawa buku dan bolpoin ke kelas, itu bukan sekadar masalah domestik satu keluarga. Itu adalah sinyal bahwa sistem kita telah berhenti bekerja bagi rakyat kecil.

Mari kita renungkan kembali: Jika seorang anak harus mati karena tidak mampu memiliki buku dan bolpoin, maka yang mati sebenarnya bukan hanya satu nyawa. Yang mati adalah kemanusiaan dan nurani kita bersama.

Jangan biarkan ada lagi pena yang patah sebelum sempat menuliskan masa depannya. +++ *)

*) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

 

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri.