Gubernur Melky juga menginstruksikan camat, lurah, kepala desa, RT/RW, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk aktif melakukan pendataan dan pengawasan sosial di lingkungan masing-masing.
Selain pemerintah, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sekitar. Lingkungan terdekat sering kali menjadi pihak pertama yang dapat mendeteksi tanda-tanda kesulitan ekonomi dan tekanan psikologis.
Namun, rendahnya budaya saling peduli dan keterbatasan mekanisme pelaporan membuat banyak kasus luput dari perhatian.
Gubernur Melky Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama.
“Kita harus saling menjaga. Jangan biarkan ada anak yang merasa sendirian menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Pelajaran Kemanusiaan
Kematian tragis seorang bocah di Ngada menjadi cermin bagi seluruh elemen di NTT. Peristiwa ini mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat kecil.
Di balik data statistik kemiskinan, terdapat wajah-wajah manusia yang membutuhkan perhatian nyata.
“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi seruan moral (pelajaran kemanusiaan) bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem yang lebih peka, responsif, dan berkeadilan—agar tidak ada lagi anak yang merasa putus asa hanya karena kemiskinan. +++ marthen/*
