Kebijakan Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakilnya, Serena Corsgrova Francis menjadi angin segar dan harapan baru bagi warga yang selama ini kerap merasa aspirasinya hanya berhenti di meja rapat.
Citra News.Com, KUPANG — SUARA warga bergema di aula-aula kelurahan di Kota Kupang sepanjang Januari hingga awal Februari. Dari persoalan jalan rusak, drainase tersumbat, hingga fasilitas umum yang minim, semua disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Namun, Musrenbang tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Kupang menetapkan pagu indikatif Rp500 juta untuk setiap kelurahan.
Kebijakan Christian-Serena ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini kerap merasa aspirasinya hanya berhenti di meja rapat.
Selama bertahun-tahun, Musrenbang sering dianggap sebagai kegiatan rutin tanpa dampak nyata. Banyak usulan yang tidak terakomodasi atau direalisasikan tanpa sesuai kebutuhan.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengakui persoalan tersebut. “Selama ini banyak usulan yang tidak terjawab. Karena itu, kami menetapkan pagu Rp500 juta perkelurahan agar Musrenbang lebih terarah, realistis, dan konkret,” ujarnya.
Dengan adanya pagu yang jelas, warga dan aparatur kelurahan kini didorong untuk lebih selektif. Usulan tidak lagi sekadar daftar panjang keinginan, melainkan disusun berdasarkan prioritas kebutuhan.
Ditetapkan Melalui SK Walikota
Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Otta, mengatakan seluruh rangkaian Musrenbang telah rampung pada minggu pertama Februari, dilaksanakan di 51 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
“Dari proses tersebut, tercatat 1.195 usulan pembangunan yang dihimpun dari masyarakat. Seluruh usulan akan diverifikasi dan ditetapkan melalui SK Wali Kota untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” jelas Andre.
