Menurut Gubernur Melky, dua program awal yang dibuka, yakni Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Obstetri dan Ginekologi, sangat dibutuhkan di NTT. Selama ini, keterbatasan dokter anestesi dan tingginya angka kematian ibu dan anak masih menjadi persoalan serius.
“Anak-anak NTT kini punya kesempatan lebih dekat untuk menjadi dokter spesialis. Harapan kami, mereka kembali mengabdi dan membangun daerahnya sendiri,” tuturnya penuh harap.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat dukungan sarana, regulasi, dan pembiayaan demi keberhasilan program tersebut.
Undana Siap Jadi Pilar
Pendidikan Kedokteran Rektor Undana, Jefri S. Bale, menyebut peluncuran ini sebagai tonggak sejarah bagi pendidikan kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Mandat pemerintah pusat, lanjutnya, merupakan bentuk kepercayaan kepada Undana bersama Universitas Mataram dan Universitas Udayana untuk memperkuat pemerataan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
“Kami ingin melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial dan kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Undana juga menyiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan daerah.
Dukungan Pemerintah Pusat
