Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2045 serta arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kekurangan dokter spesialis masih menjadi tantangan nasional. Karena itu, akselerasi pendidikan spesialis dan subspesialis menjadi prioritas,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah turut memberikan dukungan konkret berupa beasiswa, insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan, agar distribusi dokter spesialis semakin merata.
Simbol Harapan Baru
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis dan penyerahan salinan keputusan menteri tentang izin pembukaan prodi kepada pimpinan perguruan tinggi terkait.
Hadir pula unsur Forkopimda NTT, kepala daerah, pimpinan lembaga pendidikan tinggi, rumah sakit, serta organisasi profesi kesehatan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru pendidikan kedokteran di wilayah Bali–Nusra.
Lebih dari sekadar seremoni, peluncuran PPDS dan Subspesialis di Undana membawa harapan akan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia. +++ marthen/*
