“Kita harus bangga dan menjadi yang pertama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila tidak cukup hanya dihafal atau diucapkan dalam upacara, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya.
Christian menambahkan, pengamalan Pancasila tidak cukup berhenti pada seremoni dan hafalan. Nilai-nilai itu harus tercermin dalam sikap aparatur yang melayani tanpa diskriminasi, bekerja dengan integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia juga menekankan pentingnya validitas data kependudukan sebagai fondasi berbagai program pembangunan dan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
Selain pelayanan administrasi kependudukan perhatian diberikan pula pada pengelolaan arsip dan perpustakaan daerah. Dua sektor yang kerap luput dari sorotan itu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga memori pemerintahan sekaligus membangun budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Christian Widodo mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak ditentukan oleh banyaknya konsep dan gagasan yang disusun di atas meja rapat.
