Ferdy Jeremias menyebut dari data layanan elektronik melecutkan program “Buka Segel” yang bertujuan untuk ….
Citra News.Com, KUPANG, – PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Salah satu model layanan kekinian yang diterapkan PDAM Tirta Lontar adalah Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Melalui data layanan berbasis elektronik kami bisa memantau perkembangan jumlah pelanggan hingga kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi pelanggan”, demikian Direktur PDAM Kota Kupang, Isodorus Lilijwa melalui Kepala Bagian Hubungan Langganan, Ferdy Jeremias.
Saat ditemui awak Portal Berita citra-news.com di ruang kerjanya, Kamis (30/07/2026) Ferdy menjelaskan, berbagai langkah strategis terus dilakukan PDAM Kota Kupang untuk memastikan pelayanan air minum semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Sejak awal usai pak Isodorus dilantik jadi Direktur PDAM Kota Kupang, Program Buka Segel terus kita gencarkan. Tujuannya untuk meringankan beban tunggakan air oleh pelanggan. Ditambah lagi dengan peningkatan SDM melalui pelayanan digitalisasi saat ini maka transformasi layanan dapat memperkuat berbagai program yang berpihak kepada pelanggan”, kata Ferdy.
Diakuinya, dari 51 kelurahan yang ada baru dijangkau 45 kelurahan. Itupun pada spot atau titik-titik sumur bor yang ada air permukaan. Dari potensi yang ada ini dibangun jaringan perpipaan dan menjangkau 19.008 sambungan rumah (SR). Tapi hanya 12.100 SR aktif terlayani.
Secara data ada 6 kelurahan yang belum dijangkau (terlayani) jaringan perpipaan atau SR. Sementara dari 45 kelurahan dengan total 19.008 SR pun yang aktif hanya 12.100 SR. Itu pun banyak yang menunggak sehingga dihentikan dengan menyegel meteran bagi pelanggan yang menunggak.
