Karena itu, menurut Doris, keberadaan UMKM di kawasan destinasi wisata memiliki arti strategis. “Banyak wisatawan yang terkadang enggan berkunjung ke sebuah destinasi karena mereka kesulitan menemukan kebutuhan kuliner maupun buah tangan khas yang bisa dibawa pulang,” jelasnya.
Dengan demikian, kata Doris, memperkuat UMKM sesungguhnya juga berarti memperkuat destinasi wisata. Ketika wisatawan datang, masyarakat harus ikut merasakan manfaatnya. Ketika wisatawan berbelanja, uang yang mereka keluarkan diharapkan berputar di tengah masyarakat. Dan ketika sebuah produk lokal dibeli, yang sesungguhnya ikut dihargai adalah kreativitas, kerja keras, sekaligus identitas daerah.
Dasa Cita yang Dirasakan
Bimtek Pengembangan Ekonomi Kreatif yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 dan diikuti 30 peserta UMKM tersebut resmi ditutup di Hotel Bahagia II So’e Kabupaten TTS.
Dari ruang pelatihan itu, sebuah cerita kecil tentang pembangunan sedang tumbuh. Ini bukan tentang seberapa besar sebuah program terlihat, tetapi tentang seberapa jauh kesempatan yang diberikan mampu mengubah cara masyarakat memandang potensi di sekitarnya.
Bagi Yaya, Program Dasa Cita bukan sekadar slogan atau dokumen kebijakan. Ia hadir dalam bentuk kesempatan untuk belajar dan keberanian untuk mencoba. Yaya mengucapkan, “Terima kasih pak Gubernur dan Wagub NTT” – deretan kalimat itu terucap bukan sekadar basa-basi dalam sebuah seremoni. Itu adalah suara seorang anak muda yang sedang berusaha menata masa depan melalui usaha bersama teman-temannya.
Ketika masyarakat diberi kesempatan, mereka belajar. Ketika mereka diberi ruang, mereka mencoba. Dan ketika mereka mendapat pendampingan, mereka memiliki alasan untuk percaya bahwa usaha kecil hari ini bisa menjadi sesuatu yang lebih besar di kemudian hari.
Sebab pembangunan yang paling menggugah bukan ketika pemerintah berbicara tentang apa yang telah dilakukan. Melainkan ketika masyarakat sendiri dapat berkata, “Kami merasakan manfaatnya. Kami diberi kesempatan. Dan sekarang, kami ingin tumbuh bersama”. +++ marthen/paul s.













