Citra News.Com, KUPANG – PASCA gempa mengguncang bumi Flores warga terluka, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memilih untuk datang dengan membawa sejumlah bantuan kemanusiaan. Meski kecil nilainya namun bisa membasuh duka dan membebat luka yang dialami warga tertimpa gempa bumi berkekuatan M7,7.
Tidak peduli di tengah gempa susulan yang masih mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Christian Widodo atasnama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang memilih tidak hanya mengirim bantuan dari kejauhan. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, datang langsung menemui saudara-saudaranya yang sedang menghadapi bencana.
Langkah itu menjadi lebih dari sekadar agenda penyaluran bantuan. Kehadiran secara langsung sang Walikota Kupang ini membawa pesan yang sederhana, tetapi kuat. Bahwa ketika satu daerah di Nusa Tenggara Timur terluka, daerah lain tidak boleh berpangku tangan.
Pada Selasa 25 Agustus 2026, perjalanan kemanusiaan dr. Christian Widodo didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, S.H. itu dimulai dari Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.
Daerah ini menjadi titik pertama dari enam kabupaten yang menjadi sasaran penyaluran bantuan Pemerintah Kota Kupang, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan Kabupaten Sikka
– Nian Tanah lagenda dan bumi pijakan leluhur.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp635 juta. Dana tersebut terdiri atas Rp500 juta yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kupang, dan Rp135 juta.
Menariknya dana Rp135 juta tersebut dihimpun melalui donasi ASN lingkup Pemkot Kupang. Tidak terkecuali aksi penggalangan dana yang dilakukan Christian Widodo dengan turun langsung ke ring tinju dalam laga ekshibisi di arena Pameran Pembangunan NTT 2026 beberapa hari sebelumnya. Selain bantuan dalam bentuk uang tunai, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa.
Bagi Christian Widodo, nilai bantuan bukanlah satu-satunya pesan yang hendak disampaikan. Ia ingin masyarakat di wilayah terdampak merasakan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.













