Pemerintah Diminta Tindak Pengerah Tenaga Kerja

Kupang, citranews.com – PEMERINTAH diminta menindak tegas para pihak pengerah tenaga kerja yang memanipulasi identitas dan data seseorang calon TKI.

Demikian Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasona H. Laoly menanggapi pemandangan Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya terkait masalah kemanusiaan, khususnya merebaknya TKI Ilegal dari NTT.

Kepada wartawan, Jumat (06 April 2018) Yasona mengatakan, pemerintah setempat harus mengetahui identitas perusahaan pengirim tenaga kerja ke luar negeri. Karena perusahaan atau para pengerah calon tenaga kerja dalam merekruit tenaga kerja, harus bertanggung jawab dengan memberikan pendidikan dan pelatihan.

Juga perlu ada kerjasama pihak pemerintah setempat dengan negara-negara tujuan TKI  dalam memenuhi hak-hak pekerja. “Pihak pemerintah hendaknya mencermati para perekruit TKI dilakukan secara bertanggungjawab agar tidak terjadi manipulasi dan data identitas seseorang.  Pemerintah juga melakukan kerjasama dengan negara tujuan  TKI,”kata Yasona.

Menteri Yasona juga meminta agar tenaga kerja diberikan pendidikan vokasi untuk meningkatkan pengetahuan yang mengarah pada ketrampilan tenaga kerja. Misalkan tersedia juru potong batu , juru las besi, dan lainnya. Aga bersaing dengan negara lain dibutuhkan tenaga kerja yang siap ditempatkan pada sector-sektor formal. Bukan di sector informal sehingga pendidikan vokasi itu menjadi penting dilakukan.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya  pada kesempatan yang sama meminta keterlibatan semua elemen untuk mencegah TKI Ilegal yang demikian merebaknya di Provinsi NTT.

“Kami di NTT sedang diperhadapkan dengan persoalan TKI illegal. Kami sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam melakukan pencegahan,”pinta Lebu Raya.

Gubernur NTT dua periode ini juga berharap masalah kemanusiaan yang terjadi di NTT ini perlu dukungan Kementerian Hukum dan HAM . Termasuk dukungan pihak Migrasi dalam melakukan pengawasan terhadap orang yang bepergian. +++cnc1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *