Si Hitam ‘Fortuner’ Terbakar Mobnas DH 5

Kupang, citranews.com – HARI itu Rabu, 11 April 2018, sebuah mobil merek Toyota Fortuner warna hitam ludes terbakar di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan informasi yang diperoleh citra-news.com mobil pelat hitam dengan nomor polisi DH 1980 BL dan dikemudikan Rudi Maunino itu diduga telah berganti pelat mobil. Dari sebelumnya pelat Merah bernomor Polisi DH 5 ke pelat hitam.

Untuk diketahui kendaraan pelat Merah atau kendaraan dinas dipakai sebagai kendaraan operasional pejabat daerah. Baik pejabat negara tingkat provinsi dan juga kabupaten/kota yang masih aktif untuk kelancaran tugas-tugas pelayanan kemasyarakatan.

Dugaan berganti pelat hitam dari mobil dinas DH 5 (Toyota Fortuner warna hitam) yang lazimnya dipakai Wakil Gubernur (Wagub) NTT itu membuat Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bawaslu NTT) menerjunkan Tim untuk menginvestigasi  kasus kebakaran mobil dinas (Mobnas) Wagub NTT non aktif, Benny Alexander Litelnoni.

Si Hitam Fortuner itu membawa rombongan kampanye pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2013 Benny Kabur Harman – Benny Alexander Litelnoni atau dengan tagline HARMONI, terbakar dalam perjalanan di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS. Paket HARMONI diluncurkan oleh Parpol pengusung Partai Demokrat, PKPI, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasca kebakaran si Hitam Fortuner, pada Kamis 12 April 2018, Jemris Foentuna, Komisioner Bawaslu NTT mengatakan, pihaknya telah meminta Panwaslu TTS untuk menelusuri lebih jauh keabsahannya.

Sebelum terbakar, si Hitam Fortuner  membawa rombongan calon Wakil Gubernur NTT (Cawagub NTT), Beny Litelnoni, beserta Sekretaris Partai Demokrat NTT Ferdi Leu dan Wakil Ketua DPC Demokrat Simon Liunokas. Namun sebelum tiba di lokasi kampanye Si Hitam Fortuner mengalami nasib naas.

Saat terbakar, Si Hitam Fortuner tak berpelat merah DH 5 lagi. Namun sudah diganti pelat hitam DH 1980 BL, untuk dipakai Benny dalam kampanye sebagai Cawagub NTT bersama Cagub Benny Kabur Harman.

Soal mobil pelat merah itu, Jemris menegaskan, calon di Pilkada bersama tim sukses dilarang menggunakan fasilitas negara saat berkampanye. Hal itu sudah diatur dengan jelas dalam Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Jika terbukti menggunakan fasilitas negara maka terkena sanksi pidana.

 

  • Baca juga : Pejabat Kangkangi Aturan Dum Mobil Dinas Terancam Pidana

 

Karena kejadian mobil dinas (Mobnas) yang naas ini masih dalam proses, tambah Jemris, kita menanti saja hasilnya. Jika terbukti melanggar perundang undangan yang ada maka jelas yaitu sanksi  pidana, tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jammari. Menurut dia, mobil yang terbakar itu milik calon wakil Gubernur NTT, Beny Alexander Litelnoni yang dikemudikan oleh sopirnya, Rudi Maunino.

Mereka dari Kota SoE ke Desa Kakan untuk menggelar kampanye. Dalam perjalanan mobil tersebut mengeluarkan asap di bagian kap depan mobil. Berselang beberapa menit, mobil hangus terbakar.  Kebakaran mobil itu dipicu oleh asap dan percikan api dari kap depan. Karena jauh dari sumber air, api yang semakin besar melalap mobil tersebut hingga ludes.

Sementara, sopir serta rombongan Cawagub Benny Litelnoni, diantaranya Sekretaris DPC Partai Demokrat TTS Ferdinandus Leu, dan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat TTS, Simon Liunokas, berhamburan keluar menyelamatkan diri. +++ cnc1

 

Gambar : Mobil Fortuner yang ditumpangi Cawagub Benny Litelnony dan rombongan terbakar dalam perjalanan ke lokasi kampanye Paket HARMONI di Desa Kakan-TTS (doc. cnc/web)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *