Acmad Hasan Disapu Gelombang di Pantai Bita Ende

Sebulan terakhir ini angin Timor bertiup kencang mengakibatkan gelombang pasang di perairan Laut Sawu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena itu waspadalah bagi siapapun yang berkehendak melakukan rekreasi di tepi pantai. Pasalnya, Achmad Hasan pada Minggu 13 Mei 2018 hanyut disapu gelombang saat asyik berekreasi bersama keluarganya di Pantai Bita Ende Flores.

 

Ende, citra-news.com – ACHMAD HASAN (39) warga Kelurahan Paupire Kecamatan Ende TengahKabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan tenggelam dan hanyut terbawa arus gelombang tinggi di Pantai Bita Ende Flores.

Informasi yang diterima citra-news.com dari pihak keluarga Hasan, mengatakan pada Minggu 13 Mei218 sekitar pukul 13.00 Wita, Achmad Hasan bersama keluarganya berekreasi ke Pantai Bita. Ketika asyik melakukan terapi di pasir pantai, tiba-tiba saja gelombang tinggi menjemputnya. Saat itu Hasan mencuci kakinya di air laut dan tidak bisa mengelak lagi iapun disapu gelombang dan diseret ke tengah laut sejauh 1 mil.

Pasca kejadian Tim Terpadu darBPPD Ende, Pos Siaga SAR Ende, TNI AL dan polisi melakukan pencarian korban. Namun pencaharian mereka pada hari itu ibarat menabur angin alias sisa-sia. Kepala BPBD Ende, Alberth Yani mengatakan, terkendala oleh kendala cuaca yang kurang bersahabat dan dibarengi dengan gelombang laut yang tinggi, TIM Pencarian tidak menemukan korban.

“Ini yang menjadi kendala kita. Akan tetapi TIM terus melakukan pencarian sesuai standar pelayanan operasional (SOP) Tim akan terus melakukan pencarian selama 7 (tujuh) hari). Jika sampai batas yang ditentukan tidak juga ditemukan, apakah pencarian tetap dilakukan atau sto pencarian. Nantilat saja perkembangannya ke depan. Mudah-mudahan sebelum batas waktu kita sudah bisa menemukan korban,”kata Yani.

Sementara Koordinator Siaga Pos SAR Ende, Muhammad Azkepada wartawan di Pantai Bita mengatakan, pihaknya bersama Tim Terpadu melakukan pencarian di titik koordinat hilangnya korban. Tim melakukan pancarian 1 mil arah Timur dan 1 mil arah Barat serta melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Bita.

“Kendala yang kami hadapi adalah gelombang tinggi yang berkecamuk disertai arus yang kencang menyulitkan tim untuk melakukan pencarian,”jelas Azis.

Pantauan citra-news.com di lokasi kejadian pada Minggu, 13 Mei 2018 warga terus berdatangan ke TKP. Bahkan pihak keluarga dibantu tim SAR mendirikan tenda-tenda darurat di sepanjang Pantai Bita guna memantau proses pencarian. Namun hingga Selasa 15 Mei 2018 korban Ahmad Hasan belum jua ditemukan. +++ sare/cnc

 

Gambar : Bandara Aboeroesman Ende Flores dilatari Gunung Meja, salah satu obyek rekreasi di Kota Ende (doc.marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *