Raih Opini WTP Itu Sulit Tapi Lebih Sulit Mempertahankan

Tidak bedanya dengan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka juga pada tahun 2017 lagi-lagi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedikkit berbeda Pemkab Sikka baru dua tahun berturut-turut tapi Pemprov NTT sudah 3 tahun berturut-turut meraih prestasi WTP sekaligus jadi prestise itu.

Kupang, citra-news.com – TOREHAN prestasi dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah dengan sebutan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), adalah kebanggan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka. Opini WTP ini juga membuktikan kalau pelaksanaan pembangunan di Nian Tanah Sikka yang dinahkodai Drs. Yoseph Ansar Rera dan Drs. Paulus Nong Susar, senantiasa sukses adanya.

Terhadap fakta tersebut, Plt Bupati Sikka, Drs. Paulus Nong Susar memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pak Sekda beserta segenap pimpinan dan staf OPD Kabupaten Sikka. Juga kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Sikka yang dengan caranya masing-masing sesuai dengan Tupoksinya telah bekerja keras. Sehingga LKP Kabupaten Sikka tahun 2017 tetap mendapat penilaian opini WTP oleh Perwakilan BPK Provinsi NTT.

“Terima kasih juga kepada segenap masyarakat Kabupaten Sikka selaku subyek yang kami, Pak Bupati Drs. Yoseph Ansar Rera dan saya selaku Wakil Bupati, layani selama ini,”kata Nong Susar.

Hakekat opini WTP yang diberikan pihak BPK, menurut Nong Susar, merupakan pernyataan profesionak pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan, dan diasarkan pada 4 (empat) kriteria. Yaitu kesesuaian dengan standard akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adquate disclosures, kepatuhan terhadap perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian interen. Adapun 4 (jenis) Opini BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian/WTP (unqualified opinion); Wajar Dengan Pengecualian/WDP (qualified opinion); Tidak Wajar (adversed opinion); dan Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion).

“Nilai tertinggi yakni WTP diperoleh pertama kalinya Kabupaten Sikka atas LKP tahun 2016. Dan kini berhasil mempertahankannya untuk LKP tahun 2017pada tanggal 6 Juni 2018. Mempertahankan itu presasi lebih,”ungkap Nong Susar.

Sertifikat opini WTP itu diterima Wakil Bupati Sikka Drs. Paulus Nong Susat dari Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT, Eduard Ganda Hasibuan Simanjuntak, SE. M.Sc di Kantor BPK di Kupang. Turut mendampingi Nong Susat adalah Plt Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Donatus David, SH. Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka, Drs. Robertus Da Silva, dan Kepala BPKAD Kabupaten Sikka, Drs. Drs. Eduard Desa Pante.

“Meraih opini WTP itu sulit. Tapi lebih sulit mempertahankannya. Namun Kabupaten Sikka berhasil mempertahankan itu. Proficiat!” ungkap Eduard. +++ amor/cnc

 

Gambar :  Wakil Bupati Sikka Drs. Paulus Nong Susar (ke-2 dari kiri) mendampingi Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi (ke-2 dari kanan) mengunjugi Pelabuhan Lorens Say Maumere. Doc. CNC/Web

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *