DPRD Sikka SETUJU Bangun Puskesmas JAUH dari TKNP

Stef Suwandi : Pemerintah hendaknya merespon aksi para guru dan orangtua menolak pembangunan gedung Puskesmas Kopeta Maumere. Bangun saja di tempat lain yang jauh dari area perkantoran dan sekolah taman kanak kanak yang ada.

Penulis : armando/CNC

Ediitor : marthen radja

Maumere, citra-news.com –  LAGI – lagi rencana Pemda Sikka membangun gedung Puskesmas Kopeta Maumere berdekatan dengan gedung Taman Kanak Kanak Negeri Pembina (TKNP), mendapat reaksi dari Wakil Bupati Sikka Drs. Paulus Nong Susar dan anggota DPRD Sikka.

Dikatakan Nong Susar, dirinya sudah mendengar rencana pembangunan gedung Puskesmas Kopeta Maumere. Bahkan sewaktu menjabat sebagai PLT Bupati Sikka, dia pernah meminta pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk melakukan koordinasi secara intens dengan pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Sikka  agar menyelesaikan proses pelepasan lahan tersebut.

“Meskipun asset tersebut merupakan milik Pemda namun pengelolaannya oleh Dinas PKO Kabupaten Sikka. Apalagi diperuntukan membangun Pukesmas Kopeta. Nah, saat ini yang menjadi masalah adalah proses pelepasan aset yang masih ditangani oleh pihak Dinas PPKAD Kabupaten Sikka,”urai Nong Susar.

Pada kesempatan terpisah, anggota DPRD Sikka Stefanus Suwandi, S.Fil kepada citra-news.com berharap Pemda Sikka melalui dinas terkait, segera menyelesaikan polemik ini. “Hendaknya polemic segera berakhir agar tidak meresahkan warga masyarakat Kabupaten Sikka umumnya dan para pihak di Taman Kanak Kanak Negeri Pembina Maumere,”tandasnya.

Menurut  Stef, dari media massa selalu menjadi topic pemberitaan menarik. Di lokasi tersebut memang tidak layak untuk membangun sebuah puskesmas. Alasanya adalah di lokasi tersebut sebelumnya telah ada beberapa gedung perkantoran. Bahkan ada sarana pendidikan yaitu Taman Kanak Kanak. Juga ada gedung kantor Pengawasan TK/SD dan SMP milik Dinas PKO. Dimana kesemuanya masih aktif berjalan baik aktivitas perkantoran maupun kegiatan belajar mengajar (KBM).

Di lokasi tersebut juga, tambah dia,  sesuai peraturan bupati tentang tata ruang itu merupakan kawasan daerah perkantoran. Jadi tidak pas dibangun sebuah fasilitas kesehatan. Sehingga DPRD Sikka mengusulkan Dinas Kesehatan mau membangun Puskesmas iya di tempat lain saja. “Silahkan bangun di lokasi lain asalkan sesuai prosedur yang berlaku. Dan Pemda Sikka melalui dinas kesehatan agar menyiapkan lahan yang baru yang juga bebas polemic,”ucap Stef.

Menyinggung soal guru TKNP melakukan aksi protes atas rencana pembangunan Puskesmas dimaksud, Stef dengan tegas mengatakan sebagai wakil rakyat pihaknya mendukung dengan upaya dan protes yang dilakukan oleh para guru TKNP ini.

“Hal tersebut memang sangat wajar sekali karena ada dampak yang akan dirasakan langsung oleh guru dan peserta didik yang rata rata dini usia. Dampaknya bermacam-macam selain KBM terganggu juga akan menimbulkan persoalan baru,”kata Stef.

Jika Pemda Sikka bersikeras untuk membangun Puskesmas di lokasi yang sama maka alternatifnya gedung sekolah TK yang ada dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman dan nyaman. Namun sebaiknya Pemda Sikka dapat memahami keluhan para guru dan Komite sekolah. Jangan mengabaikan seruan masyarakat ini dan secepatnya diselesaikan polemik  untuk dicarikan upaya-upaya solutif. +++ amor/citranews.com

Gambar : Stef Suwandi, S.Fil (kanan) dan para guru dan orangtua siswa TK Negeri Pembina Maumere. Doc. armando/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *