Kominfo Putuskan Blokir Sementara Tik Tok

Setelah mendapat banyak laporan negatif yang muncul pada aplikasi Tik Tok dari masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan memblokir Tik Tok. Kominfo memblokir delapan nama domain atau DNS yang terkait dengan Tik Tok. 

Jakarta, citra-news.com – TIK TOK sebuah aplikasi yang tengah fenomenal saat ini pihak Kominfo memblokirnya. Tidak hanya itu, Kominfo mengaku laporan agar Tik Tok diblokir juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak, serta laporan dari lapisan masyarakat.

“Benar, situs Tik Tok kami blokir. Banyak kontennya yang negatif terutama bagi anak-anak. Kami sudah koordinasi dengan kementrian PPA dan KPAI,” ujar Menkominfo Rudiantara dalam keterangannya, Selasa 3 Juni 2018.

Rudiantara menyebutkan, platform Tik Tok sebenarnya sangat baik bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas. Namun ada beberapa pengguna yang menyalahgunakan aplikasi tersebut.

Rudiantara mengatakan, pemblokiran aplikasi Tik Tok hanya bersifat sementara. Sama kasusnya dengan aplikasi broadcasting Bigo beberapa waktu lalu yang diblokir, Tik Tok yang berpeluang untuk dibuka blokirnya. Syaratnya, Tik Tok harus mematuhi ketentuan di Indonesia

“Pemblokiran bersifat sementara sampai ada perbaikan dan pembersihan konten-konten ilegal dari pihak Tik Tok,” ujarnya.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pelanggaran konten yang ditemukan pada platform Tik Tok antara lain, konten pornografi, konten asusila, konten pelecehan agama, dan sebagainya.

Tik Tok merupakan aplikasi jejaring sosial dan video musik asal China yang dikembangkan oleh pengembang Toutiao.  Dalam rangka ekspansi ke mancanegara, pengelola Tik Tok pertama kali dirilis pada September 2016 dan berjalan di platform iOS dan Android.  Aplikasi ini dengan cepat mencuri perhatian warganet dunia terutama di kalangan muda.

Per Juni 2018, jumlah pengguna aktif harian Tik Tok telah mencapai 150 juta. Popularitasnya melesat begitu melesat serta menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di iPhone.

Disebutkan, sekitar tiga ribu laporan masyarakat yang masuk ke kita. Selain laporan masyarakat juga laporan dari beberapa pihak lain, yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Dengan demikian, Tim Siber Kominfo dan Mesin Sensor Internet langsung melakukan pemantauan terhadap platform tersebut. Alhasil, Kominfo menemukan banyak konten negatif yang ada di Tik Tok, seperti pornografi, asusila, dan pelecehan agama. Ia pun telah menghubungi Tik Tok untuk secepatnya membersihkan konten. +++ citranews.com/viva.co.id

Gambar: Base Transceiver Station (BTS) dibangun Kementerian Kominfo. Doc. CNC/viva.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *