Kenaikan alokasi anggaran pemilu tersebut, menurut Mulyani, salah satunya didorong oleh keperluan untuk meningkatkan kualitas pertahanan dan keamanan saat pesta demokrasi berlangsung di tahun 2019.
Untuk maksud peningkatan kualitas pertahanan dan keamanan, Menko Polhukam Wiranto menjelaskan bahwa tantangan menjaga keamanan dan kestabilan negara saat ini semakin besar. Apalagi, perkembangan pesat teknologi siber turut memicu banyak potensi gangguan keamanan.
“Dengan Siber ini, muncul berita bohong (hoax), atau hate speech (ujaran kebencian) yang membuat kegaduhan masyarakat. Iya bikin enggak stabil dunia politik. Belum lagi hijack yang luar biasa, kita harus amankan pemilu ini dari hijack,” kata Wiranto.












