ROBY Minta PLN Terangi Kampung Warga KEPULAUAN

Pelayanan kebutuhan listrik, air bersih, dan jalan bagi warga masyarakat di wilayah kepulauan Teluk Maumere selama ini ibarat jauh panggang dari api. Sarana prasarana dimaksudkan jadi ‘barang langka’ bagi bupati-bupati  sebelumnya untuk mewujudkan janji-janji manis mereka saat kampanye. Mungkinkah Bupati ROBY mampu mewujudkannya?

Maumere, citra-news.com – TAHUN 2019 pihak PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) berniat membangun jaringan listrik bagi warga masyarakat di wilayah kepulauan Teluk Maumere. Dan semua desa yang belum dibangun jaringan listrik.

“Ada beberapa titik yang saya minta untuk menjadi perhatian utama PT PLN. Diantaranya di Pulau PaluE, di Samparong Pulau Sukun, di Gusun Karang, Kojadoi, Kojagete, Parumaan, dan di semua titik permukiman besar masyarakat kepulauan di seluruh kawasan Teluk Maumere. Juga desa-desa yang belum ada listrik. Saya minta PLN tolong bikin terang kampung-kampung disana,”kata Bupati Sikka, Roby Idong.

Bupati Sikka yang bernama lengkap Fransiskus Roberto Diogo itu, pada Selasa 2 Oktober 2019 menerima tamu kehormatan, Lambas Pasaribu, Manager PT PLN Flores Bagian Timur (FBT). Didampingi Wakil Bupati (Wabup) Romanus Woga, Bupti Roby mengatakan tugas pemerintah saat ini adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat Kabupaten Sikka secara adil, merata dan memadai termasuk kebutuhan listrik.

Penerangan listrik, menurut Wabup Romanus, menjadi barang barang langkah yang selalu didambakan masyarakat dari waktu ke waktu. Terutama warga masyarakat di kepulauan dan desa-desa yang selama ini belum terpasang jaringan listrik.

Wabup Romanus berkisah, ketika ROMA (tagline untuk pasangan Roby Idong dan Romanus Woga) turun kampanye, pasangan ini pernah tidur di desa yang warganya hanya menggunakan obor di malam hari.

“Itu tempo hari saat kami kampanye di Desa Watumera Kecamatan Doreng. Malam harinya warga hanya menggunakan obor saja. PLN Tolong desa yang satu ini juga dibantu,”ungkap Romanus.

Terhadap permintaan dari pasangan ‘Pendekar KTP’ inipun diamini pihak PLN. Itu berarti juga Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Roby dan Romanus, beri bukti bukan sekadar janji manis saat kampanye. Dan hampir pasti pasangan dari Jalur Independent alias TIDAK diusung dari Partai Politik (Parpol) manapun ini mengalami dan merasakan  bagaimana penderitaan masyarakat yang ketiadaan listrik. Sehingga sangatlah naif jika keprihatinan yang mendalam akan kebutuhan nyata warga masyarakat ini lalu dipolitiisasi karena atas dorongan apalagi pesan sponsor dari para wakil  Parpol yang saat ini duduk di kursi DPRD Kabupaten Sikka.

“Kami sangat siap untuk membantu Pemda dan masyarakat Kabupaten Sikka. Semua desa yang disebut bapak Bupati dan Wakil tadi, tahun 2019 akan kami bangun listriknya,” tegas Pasaribu.

Sembari menjelaskan, saat listrik di Kabupaten Sikka ini surplussebesar 1000 sampai dengan 1500 KW. Apalagi jika PLTG Wairita yang berkekuatan 40 Mega Watt sudah jadi. Maka semua desa akan diterangi dengan sangat memadai.

Diketahui kedatangan para petinggi PT PLN  FBT  itu sekaligus silaturahmi. Pasaribu didampingi  Reni Djuma, Kepala Bagian Pelayanan dan Suharman, Kepala Bagian Perencanaan.

“Khusus di sisa waktu tahun 2018 ini kami sedang mengajukan permohonan ke kantor PLN Pusat uintuk menambah berbagai fasilitas. Jika permohonan itu dikabulkan dan fasilitas sudah tiba di Maumere maka akan mulai dibangun. Rencanaya tahun 2019 kami akan memperluas jaringan listrik di seluruh wilayah Kabupaten Sikka dan di wilayah Flores bagian Timur lainnya,”jelas Suharman. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Bupati Roby Idong dan Wakil Bupati Romanus Woga (ketiga dan kedua dari kiri) pose bersama petinggi PT PLN wilayah Flores Bagian Timur di ruang kerja Bupati Sikka, Selasa, 2 Oktober 2018.

Foto : doc. Armando WS/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *