Paslon TAHUN-KONAY ‘Meng-KO-kan’ Naitboho-Kase di Kandang PSU

Meski digugat Paslon (pasangan calon) Naitboho – Kase hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun hati rakyat TTS tetap melabuhkan pilihan pada Paslon Epi Tahun dan Army Konay. Faktanya, Paslon Naitboho – Kase harus ‘keok’ di kandang pemungutan suara ulang (PSU), Sabtu 20  Oktober 2018.

SoE, citra-news.com – HASIL PILKADA Serentak tanggal 27 Juni 2018 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyisahkan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHP). Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Obed Naitboho dan Alexander Kase, S.Pd.K menggugat Paslon EPY TAHUN dan ARMY KONAY ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun dalam pemungutan suara ulang (PSU) di 30 TPS yang tersebar di 19 desa dan 10 kecamatan, pada Sabtu 20 Oktober 2018, Paslon Bupati dan Wakil Bupati TTS periode 2018-2023, EPY TAHUN dan ARMY KONAY kembali unggul. Dimana Paslon TAHUN – KONAY meraup 3.475 suara dan ‘meng-KO-kan’ (mengalahkan) Paslon Naitboho-Kase yang hanya mengumpulkan sebanyak 2.995 suara.

Jors Tefa, anggota Panwascam Mollo Selatan Kabupaten TTS yang dihubungi citra-news.com melalui WhatsApp, Minggu, 21 Oktober 2018 mengatakan, hasil perhitungan suara di 30 TPS dalam PSU tersebut memberi bukti kalau warga pemilih yang sebelumnya sudah melakukan pemungutan suara, hampir pasti menjatuhkan pilihan mereka ke Paslon Tahun-Konay.

Itu artinya Paslon TAHUN-KONAY atau bernama lengkap, EGUSEM PIETER TAHUN, ST, MM dan JHONY ARMY KONAY, SH itu sudah SAH sebagai Bupati dan Wakil Bupati TTS Terpilih periode 2019-2023, tegas mantan wartawan Citra News Biro TTS itu

Terkait pelaksanaan PSU, seperti yang dikutip Dion Kota wartawan Pos Kupang di SoE, Sabtu, 20 Oktober 2018, Calon Bupati TTS Terpilih, Egusem Pieter Tahun atau akrab disapa Epy Tahun mengatakan, hasil PSU ini juga menjadi pembelajaran MK dalam memutuskan perselisihan hasil Pemilu.

“Suara rakyat merupakan suara Tuhan. Seandainya MK memerintahkan perhitungan surat suara tentunya uang rakyat tak harus dibuang hanya untuk PSU yang hasilnya sama dengan hasil pleno tingkat kabupaten dan versi perhitungan suara ulang,”ungkap Epy.

Pelaksanaan PSU ini, sambung Epy, menjadi bahan pembelajaran untuk penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS) agar ke depan dalam menyelenggarakan pemilu harus lebih teliti. Pasalnya, dalam penyelenggaraan Pilbup TTS 27 Juni lalu ditemukan begitu banyak kekurangan yang menyebabkan Pilbup TTS harus menempuh jalan panjang dan berujung di MK.

“Penyelenggara Pemilu harus melakukan introspeksi diri dari proses Pilbup TTS 2018. Sehingga bisa lebih baik lagi di masa akan datang. Apa lagi tahun 2019 harus menyelenggarakan Pilpres dan Pileg serentak. Ini tentunya harus lebih baik lagi,” harap dia.

Meski harus bersengketa di Pilkada namun Epy mengaku tidak menaruh dendam terhadap Paslon Naitboho – Kase (Paslon Nomor Urut 2) selaku pemohon dalam sengketa PHP Pilbup TTS di MK. Kami siap bergandengan tangan dengan Naitboho – Kase dalam membangun Kabupaten TTS kedepan, ucapnya.

“Ini adalah politik, jika sudah habis, maka harus habis. Tidak boleh ada dendam. Ini saatnya kita bergandengan tangan untuk membangun Kabupaten TTS ke depan. Saya tidak anti atau dendam dengan Paslon manapun. Saya siap bekerja sama untuk membangun daerah ini,”tegas Epy.

Paslon TAHUN-KONAY Didukung Partai BERKARYA

Partai BERKARYA di Pilkada Serentak 2018 khususnya Pilkada di beberapa kabupaten di Provinsi NTT, para kader Partai besutan Hutomo Mandala Putera ini, meskipun bukan sebagai partai Pengusung atau dengan kata lain hanya sebagai pendukung, namun mengambil peran aktif dalam mengagitasi warga pemilih.

Buktinya, Pilkada di Kabupaten Sikka, Pasangan Calon Independen, Fransiskus Roberto Diego Idong alias ROBBY Idong dan ROMANUS Woga (Paket ROMA). Dua ‘Pendekar KTP’ ini pun sudah dilantik oleh Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat pada tanggal 27 September 2018.

Paslon lainnya di Pilkada Kabupaten Rote Ndao dengan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Paulina Haning Bulu dan Stefanus Saek. Dan di Kabupaten TTS, Paslon Tahun-Konay mendapat dukungan full dari pengurus dan kader Partai BERKARYA.

Tidak terkecuali empati serupa juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Malaka, Roberthus Klau, S.Pd. Dalam tautannya melalui WhatsApp, Robert kepada citra-news.com merincikan perolehan suara yang ‘digaet’ Paslon Tahun – Konay dari 19 desa dan 10 kecamatan yang melakukan PUS.

Diantaranya, Kecamatan Kie yakni Desa Falas terdapat 4 (empat) TPS; Desa Fatuulan 3 (tiga) TPS; dan TPS 1 di Desa Ayofanus,   Paslon Tahun-Konay Unggul dengan angka signifikan.

Unggulan suara yang diperoleh Paslon TAHUN – Konay juga disabet di Kecamatan Fautmolo, tulis Robert. Dalam naman PUS dilaksanakan di 2 (dua) TPS di Desa Besleu. Juga Desa Boentukan di Kecamatan Batu Putih; Desa Nunusunu di Kecamatan Kualin; Desa Koa, Oeluban di Kecamatan Mollo Barat. Dan Desa Nefokoko dan Desa Halme di Kecamatan Mollo Utara.

Sedangkan untuk Kecamatan Amanatun Selatan PSU dilaksanakan di Desa Anin, Desa Fenun 3 TPS, Desa Lanu 2 TPS, Desa Kualeu, dan Desa Fae. Di Kecamatan Polen PSU dilaksanakan di Desa Laob 2 TPS, dan Desa Mnesatbubuk. Di Kecamatan Boking PSU dilaksanakan di Desa Leonmeni. Dan di Kecamatan Amanuban Selatan PSU dilaksanakan di Desa Pollo.

Dari 30 TPS yang melaksanakan PSU tersebut, Paslon Tahun-Konay meraih total 3.475 suara. Sementara Paslon Naitboho – Kase kalah dengan selisih sekira 100 lebih suara atau tepatnya sebanyak 2.995 suara. Sehingga jika diakumulasikan perolehan suara dari 891 TPS yang tidak melakukan PSU maka Paslon Tahun-Konay unggul 550 suara dari rivalnya Naitboho – Kase.  Atau Total Suara Paslon Tahun-Konay meraih suara sebanyak 69.726 suara sedangkan Paslon  Naitboho – Kase meraih total sebanyak 69.176 suara. +++ cnc/poskupang.com

Gambar : Roberthus Klau, S.Pd, Ketua DPD Partai BERKARYA Kabupaten Malaka (kiri) memberi salam komando kepada Sekjen DPP Partai BERKARYA, Dr. Priyo Budi Santoso, didampingi pengurus DPP diantaranya, Maria Lilyana Meko (paling kanan), ketika berkunjung ke Kupang NTT tanggal 10 Mei 2018

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *