Obral JANJI Caleg Mohamad Ansor di Ajang UNBK

Ada-ada saja intrik yang diperankan oknum-oknum calon anggota legislative (Caleg) jelang Pemilu. Terutama bagi oknum Caleg inchumbent alias yang tengah mempertahankan kedudukan di kursi DPR. Guna meraih simpati, kemana-mana dan dimana-mana selalu obral janji. Tapi apakah janji itu akan menjadi kenyataan? Waktulah yang akan menjawabnya.

Kupang, citra-news.com – TINGGAL menghitung hari saja pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) khususnya bagi siswa SMA/SMK segera digelar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Aloysius Min di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, kepada citra-news.com menjelaskan, jadwal pelaksanaan UNBK untuk SMK pada tanggal 24-28 Maret 2019. Dan SMA pada tanggal 1,2,4,5,6,8 April 2019. Sementara untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jadwalnya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah berdasarkan hasil musyawarah kerja kepala sekolah dan musyawarah guru mata pelajaran (MKKS dan MGMP).

“Dari kesiapan peralatan terutama komputer, belum semua sekolah menyiapkan secara baik. Artinya banyak sekolah di NTT belum terpenuhi tuntutan pihak Kementerian bahwa harus ready (siap) 100 persen peralatan. Sehingga demi menunjang kelancaran pelaksanaan UNBK ini maka antarsekolah saling meminjam. Atau meminjam dari orangtua siswa,”kata Alo.

Memandang adanya celah kekurangan peralatan komputer untuk kebutuhan UNBK, ini ibarat gayung bersambut. Adalah oknum anggota DPRD Provinsi NTT, Mohamad Ansor pada Rabu 6 Maret 2019, bertandang ke SMK Negeri 5 Kota Kupang.

“Waktu itu beliau (Moh. Ansor) datang ke sekolah kami. Memang secara kebetulan saja saya dapat info dari teman guru di SMA 1 Kupang. Bahwa hari itu ada pak Ansor karena reses datang di sekolahnya. Teman guru itu bilang kalau pak mau undang juga pak Ansor ke SMKN 5.  Mungkin saja beliau bisa menjaring aspirasi menyangkut pelaksanaan UNBK,”jelas Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd saat ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Sabtu 16 Maret 2019.

Menurut Pelaksana Teknis Kepala Sekolah (Plt. Kasek) SMKN 5 Kupang itu, kehadiran Moh. Ansor ke SMKN 5 Kupang yang terkesan mendadak. Beliau dalam masa resesnya, ungkap Asa, mau mendengar aspirasi kami dari sekolah ini menyangkut kesiapan UNBK. Juga mengecek hal-hal lain menyangkut sarana prasarana (Sarpras) pendidikan.

Aspirasi soal  UNBK, lanjut Asa, karena SMKN 5 Kupang adalah bagian dari kewengan oleh pemerintah provinsi maka patut kami menyampaikan aspirasi akan hal-hal yang menjadi kebutuhan sekolah.

“Beliau sebagai anggota DPRD NTT saya minta bantuan 60 unit komputer untuk kebutuhan UNBK ini. Beliau akan memperjuangkan hal itu. Termasuk penambahan daya listrik. Beliau juga kan bukan beli komputer dari uang pribadinya. Tapi dianggarkan dari dana APBD provinsi. Itu yang beliau  katakan,”kata Asa.

Asa mengakui UNBK sesuai tuntutan pemerintah pusat semua sekolah di Indonesia harus 100 persen. Sehingga berbagai upaya yang saya lakukan. Diantaranya mengajukan proposal melalui dinas. Sambil menunggu untuk dianggarkan maka untuk mengantisipasi kebutuhan kekinian UNBK kali ini, yakni dg cara change kebutuhan dengan sekolah-sekolah lain.
Ada beberapa sekolah di Kota Kupang yang saya hubungi. Sekolah yang siap bantu kita pinjam pakai komputer, sebut Asa, yakni SMPN 5 dan SMPN 9 Kupang masing-masing 20 unit komputer. Dan pinjaman dari SMK Kristen Kupang sebanyak 5 unit komputer.

Tendensi Politik Kepentingan Diri

Terkait kunjungan dadakan Mohamad Ansor yang juga Ketua Komisi 5 DPRD NTT itu ke SMKN 5 Kupang, diibaratkan sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Beberapa guru di sekolah ini beranggapan ada tendensi politik kepentingan diri. Pasalnya, Mohamad Ansor adalah anggota DPR inchumbent yang tengah berkelana mencari dukungan suara. Apalagi mengisi waktu reses dengan berkelana pas di Dapil NTT 1 Kota Kupang.

“Masa reses anggota DPRD NTT dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Biaya reses per anggota dianggarkan Rp 50 juta per sekali reses. Selain biaya reses ada biaya kunjungan kerja (Kunker) yang biasanya didampingi ASN dari Setwan (Sekretariat Dewan). Juga ada biaya sosialisasi untuk setiap anggota. Saat dewan turun ke lapangan (masing-masing Dapil) diberikan SPPD. Di tahun politik ini memang anggota dewan rajin turun ke lapangan. Karena hampir 90 persen mereka maju lag jadi Cale,”papar Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi NTT, Drs.Thobias Bulu Ngogo, saat ditemui citra-news.com di Gedung DPRD NTT pecan lalu.

Lagi-lagi soal kedatangan Ansor ke SMKN 5 Kupang menjadi tanda tanya besar bagi kebanyakan guru di sekolah itu.Selain tidak ada surat pembertahuan, juga dalam pertemuannya bersama para guru inti pembicaraanya soal jarring aspirasi soal kebutuhan sekolah.

Kami guru-guru punya atasan yaitu Dinas bukan DPR, tegas oknum guru yang tidak ingin namanya  dipublikasi. Betul kita mitra tapikan ada prosedur, setidaknya surat menyurat. Dari dinas menyatakan bahwa ada kunjungan dewan. Lalu kami guru menyampaikan aspirasi. Jangan karena ada kepentingan pribadi. Entah kepentingan Ansor sebagai Caleg karena memang peserta UNBK adalah kelompol pemilih pemula. Ataukah kepentingan pribadi Plt. Kasek Asa Lahtang.  Lalu mengatasnamakan lembaga. Padahal tata laksana pendidikan kita jelas punya prosedure dan mekanisme, tandasnya.

Karena itu, lanjut dia, ada pantasnya janji Ansor 60 unit komputer itu sampai hari ini tidak pernah ada realisasinya. Nantinya setelah terpilih jadi dewan, yang rakyat temui hanya kata ‘Akan dan Akan’ perjuangkan aspirasi rakyat. Dan proyek ‘PT AKAN’, ungkap dia, yang umumnya berasal dari janji muluk oknum dewan itu yang rakyat dapatkan.  Astaga! +++ cnc1

Gambar : Gambar : Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, gedung SMKN 5 Kota Kupang Provinsi NTT, Sabtu 23 Pebruari 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *