2019 BPN Sikka Terima Jatah PTSL 10 RIBU Bidang Tanah

Tanah adalah sumber kehidupan namun tanah juga bisa menjadi sumber malapetaka. Guna menepis permasalahan yang ditimbulkan maka pemerintah berniat menertibkannya melalui pengukuran, pemetaan, dan penerbitan sertifikasi sebagai fakta pendukung hak atas tanah.

Maumere, citra-news.com – KEPALA BADAN Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sikka, FRANSISKA Vivi Ganggas, SH mengatakan pada tahun 2019 Kabupten Sikka mendapat prioritas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk pertama kalinya dilakukan secara serentak.

Total obyek PTSL yang segera dilakukan pengukuran, sebut Vivi, sebanyak 10.600 bidang tanah dengan jumlah sertifikat yang akan diterbitkan sebanyak 9.800 bidang tanah yang tersebar di 22 desa/kelurahan yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Sikka.

“Pendaftaran secara serentak ini meliputi semua bidang tanah yang belum didaftar dalam suatu wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Tanah yang sudah memiliki sertifikat juga akan dilakukan ukur ulang. Juga tanah ulayat, tanah pemerintah dan badan hukum agama atau gereja-gereja, semuanya didadaftar tanpa pungut biaya alias gratis,”jelas  Vivi di ruang kerjanya Jumat, 2 November 2018.

Vivi ditemui citra-news.com didampingi stafnya Yusak Benu, menjelaskan sejauh ini sudah 22 desa yang mengajukan untuk didaftar dan sudah dilkukan sosialisasi pada Oktober lalu. Target PTSL untuk Kabupaten Sikka pada tahun 2019 dilakukan  pemetaan sebantak 10.600 bidang tanah dan sertifkat hak atas tanah sebanyaok 9.800 bidang. Terdiri dari PTSL Pemetaaan sebanyak 7.600 bidang dan Penerbitan Sertifikat sebayka 6.800 bidang. Redistribusi Tanah Obyek Landreform  (TOL) Pemetaan 3000 bidang dan Penerbitan Sertifikat sebanyak 3000 bidang tanah.

PTSL dan Redistribusi TOL tahun 2019 di Kabupaten Sikka sebut Vivi, meliputi Kecamatan Talibura dengan lokasi di Desa Darat Gunung, Desa Darat Pantai. Kecamatan Hewokloang melipti Desa Hewokloang, Baomekot, Monerana, dan Desa Kajuwair. Di Kecamatan Kangae meliputi Desa Blatatatin, Mekengdetung, dan Desa Kokowahor.

Berikut, Kecamatan Bola meliputi Desa Wolokoli, Desa Bola, dan Desa Ipir. Di Kecamatan Mego terdapat di Desa Dobo Nuapu dan Desa Bhera. Kecamatan Koting yakni di Desa Ribang, Desa Koting A dan Desa Koting B. Di Kecamatan Magepanda meliputi Desa Magepanda dan Desa Kolisia B. Di Kecamatan Paga terdapat di Desa Wolowona dan Desa Mbengu. Serta di Kecamatan Waiblama terdapat di Desa Pruda dan Desa Tanarawa.

Untuk tahun 2018, tambah Vivi, pemetaan dan pengukuran telah selesai dilakukan. Pengukuran sebanyak 7.500 bidang tanah danditerbitkan sertifikat sebanyak 6.500 bidang. Dengan jumlah 16 desa yang tersebar di 6 kecamatan. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Fransiska Vivi Ganggas, SH di Kantor BPN Kabupaten Sikka, Jumat 2 November 2018

Foto : Doc. CNC/Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *