NTT Butuh Pemimpin INOVATIF dan Berkarakter

Menuju NTT Bangkit dan Sejahtera tidak hanya menuntut perencanaan yang baik. Tapi juga karakter kepemimpinan yang jujur dan disiplin, punya komiten yang kuat dan memiliki etos kerja serta inovatif

Maumere, citra-news.com – SETIAP orang yang dipercayakan jadi pemimpin pada setiap tingkatan harus punya rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan kebanggaan pribadi. Kita tidak mungkin bangkit kalau gubernur jalan sendiri, bupati, camat, kepala desa jalan sendiri. Ini tidak boleh terjadi di masa kepemimpinan kami. Kita harus berjalan dalam satu pikiran.

Hal itu ditegaskan Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si pada acara Rapat Kerja (Raker) para bupati,Pimpinan DPRD, Camat dan Kepala Desa Region 5 (Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata) di Gedung Sikka Convention center (SCC) Maumere, Sabu 24 November 2018.

“Untuk percepatan pembangunan perlu dilakukan dengan lompatan-lompatan yang luar biasa. Mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera tidak hanya menuntut perencanaan yang baiik. Tapi juga karakter kepemimpinan yang kuat. Dalam meujudkan perencanaan pemimpin harus punya komitmen yang kuat, konsisten, dan memiliki etor kerja serta inovatif,”tegas Viktor.

Menurut dia, harapan untuk melakukan lompatan dari peringkat ketiga terburuk menjadi Provinsi Terbaik ke-10, tentu merupakan kehormatan dan kebanggaan besar bagi kita. Itu hanya bisa dicapai melalui kepemimpinan dan manajemen kerja yang baik.

“Kalau kita punya visi yang bersama dalam program kita akan bekerja bersama dalam program pengentasan kemiskinan. Saya harapkan sekitar akhir Agustus 2019 seluruh kabupaten/kota bersama provinsi deklarasikan target tahun berapa persoalan tidak layak huni harus diselesaikan. Seluruh Bappeda kabupaten/kota bersama kepala desa harus duduk dan merencanakan sumber pendanaan darimana dan terapinya apa,”pinta Viktor.

Pernyataan Gubernur Viktor tersebut setelah menanggapi usulan dan permasalahan yang dihadapi para kepala desa . Diantaranya persaoalan pengelolaan dana desa, infrsatruktur, kesehatan, penerangan (kelistrikan), dan perekonomian di desa. Para kepala desa yang hadir di momentum akbar ini berharap. pertemuan antara gubernur dan para kepala desa dapat dilaksanakan secara berkala setiap tahun.

Dikatakan Viktor, awalnya dia memperkirakan sinkronisasi karakter kepemimpinan membutuhkan waktu maksimal sekitar dua tahun. Namun ketika melihat pola kepemimpinan kabupaten dan desa yang berbenah serta serta perangkat daerah dan Fokopimda provinsi yang sudah memahami karakter kepemimpinannya, Viktor optimis dapat menatap masa depan NTT yang lebih baik.

“Cara kerja yang saya tawarkan adalah pendekatan kerja yang tidak formalitas. Tapi dengan lompatan-lompatan yang luar biasa. Bukan dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Maka itu tim kerja harus saling kenal satu sama lain. Karaklter dan cara kerja kerja kepemimpinannya seperti apa harus juga diketahui,”ujarnya.

Pada kesempatan istimewa tersebut Gubernur Viktor juga menyerahkan secara simbolis anakan kelor (marungga) untuk dibudidayakan secara masif di masing-masing wilayah kepada Bupati Sikka, Bupati Flores Timur, dan perwakilan dari Pemkab Lembata. +++ cnc1/aven reme.

Gambar : Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,SH, M.Si menyerahkan anakan kelor  kepada bupati Sikka, Alexander Roberto Diogo alias Roby Idong, Sabtu 24 November 2018.

Foto : Doc. CNC/aven reme-humas setda ntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *