Gubernur VIKTOR Ajak Semua Pihak MEMBANGUN NTT

Brigjen Polisi Johny Asadoma menyatakan aparat kepolisian siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat mengawal pembangunan di Provinsi NTT. Tidak kecuali meminta anggota kepolisian sector (Polsek) untuk mengawasi penggunaan dana desa di semua lini kegiatan.

Labuan Bajo, citra-news.com – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si mengajak semua pihak untuk terus menjalin kerjasama yang saling sinergis dalam membangun NTT menuju sejahtera.

Hal itu diungkapkan Gubernur Viktor dalam Rapat Kerja (Raker) Gubernur NTT dengan para Bupati, Ketua DPRD, para Camat, Kepala Desa Region 5  Kabupaten Manggarai Raya (Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur) di Labuan Bajo, Jumat 29 November 2018.

“Membangun sebuah bangsa dan membangun sebuah provinsi, syarat mutlaknya adalah setiap level dapat bersinergi untuk menjawab tantangan yang ada. Tantangannya adalah membangun kehidupan ekonomi masyarakat ke arah hidup yang lebih baik. Karena itu dalam Rapat Kerja ini sekaligus juga mendesain dan menyatukan seluruh perspektif pembangunan di Provinsi NTT,”jelas dia.

Sementara Wakapolda NTT,Brigjen Pol. Johny Asadoma menyatakan pentingnya kebersamaan dan saling sinergis dalam membangun NTT.

“Perlu kerja bersama antara Polri, TNI. dan pemerintah. Aparat kepolisian juga berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Juga berperan dalam mengawal dana desa. Kita meminta aparat kepolisian sector mengawal penggunaan dana desa untuk semua lini kegiatan sesuai peruntukannya,”ungkap Johny.

Bupati Manggarai, Deno Kamilus menyatakan kesiapan pemerintah Kabupaten Manggarai untuk bersinergi membangun Nusa Tenggara Timur Bangkit menuju Sejahtera. Ini perlu membangun pola kerja baru dari tingkat desa, camat hingga bupati, terang Deno.

Berkaitan dengan infrastruktur jalan, pinta Deno, untuk ruas jalan Ruteng – Iteng kembali menjadi jalan provinsi. Sebelumnya jalur ini berstatus jalan provinsi. Namun sejak tahun 2017 jalur jalan ini tidak jelas lagi statusnya, tegas Deno. Karena tidak dimasukan kedalam status jalan provinsi.

“Kami berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, bapak Viktor dan Josef, untuk mengambilalih kembali tanggung jawab atas ruas jalan ini,”pinta Deno.

Pada kesempatan itu, Bupati Deno juga menjelaskan program Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simanteri) di Kabupaten Manggarai. Dimana digabungkan antara pertanian dan peternakan. Sesementara hasil pertanian berupa kopi bisa mencapai 7000-8000 ton pertahun.

Kopi Manggarai juga terlibat dalam Festival di Perancis dan meraih Penghargaan sebagai salah satu Kopi Terbaik di dunia.

Sementara Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla menungkapkan pertemuan ini sebagai kabar gembira. Gubernur sendiri adalah ‘Injil’ yang hidup.

Dalam hal pengelolaan sampah di kawasan Labuan Bajo, kata Dulla, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya mengatur pengelolaan sampah terutama di wilayah-wilayah pesisir.

“Kami juga meminta pemerintah Provinsi terkait keberadaan persawahan Lembor sebagai Lumbung Padi Terbesar NTT. Dengan luasan area lahan terbesar maka dibutuhkan bendungan dan irigasi agar bisa mencakupi semua luasan yang ada,”pinta Dulla. +++ cnc1/aven reme

Gambar : Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si dan Drs. JOSEF A. Nae Soi, MM berjibaku dalam motto, Kita Bangkit Kita Sejahtera.

Foto : Doc CNC/humas Setda NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *