Pengepul TOGEL Diciduk Sat Intel POLRES Sikka

Judi, narkoba dan miras sasaran empuk bagi aparat kepolisian untuk menangkap dan dimasukan ke bui. Tapi tindakan ini membuat para pelaku harus jera? Tidak. Justru semakin ditangkap dan dimasukan kedalam penjara tapi koq peredarannya sulit dibendung. Menjadi pertanyaan besar siapakah dibalik pewayangan itu?

Maumere, citra-news.com – JUDI kupon putih atau dengan nama bekennya Togel (toko gelap) kembali marak di sejumlah daerah di NTT. Di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu daerah yang jadi momok peredaran kupon putih. Pasalnya para pelakunya apalagi pengepul alias pengedarnya meyakini kalau bermain judi kupon putih bikin orang kaya mendadak.

Mirisnya impian ini menjadi nyata setelah semakin banyak yang terciduk aparat kepolisian tapi semakin marak bisnis terselubung ini. Tidak terkecuali peredaran miras juga narkoba yang sudah dipenjara seumur hidup pun bahkan hingga ditembak mati sekalipun, terus menuai para pihak yang menjalani bisnis terselubung ini. Menjadi pertanyaan pihak siapakah barada dibalik pewayangan ini? Sulit terungkap memang.

Bak pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Faktanya dalam Operasi Pekat Turangga 2018, anggota Satuan Inteligen Kepolisian Resor (Sat Intel Polres) Sikka menangkap pelaku perjudian kupon putih alias Togel di wilayah Kecamatan Koting Kabupaten Sikka.

Wakapolres Sikka, Kompol Iwan Iswahyudi dalam temu pers di Mapolres Sikka, Kamis 13 Desember 2018 menjelaskan, pengepul Togel atas nama Wilfridus Wisang (44) ditetapkan sebagai tersangka Wilfridus berhasil ditangkap anggota Sat Intel Polres Sikka pada Rabu, 12 Desember 2018.

Diketahui, jika tanggal 12 Desember itu masyarakat Kabupaten Sikka memperingati hari Gempa Tsunami (12 Desember 1992). Peristiwa tragis yang menelan lebih dari 2000 jiwa dan 500 orang hilang disapu gelombang. Miris juga di tangga bulan yang sama tepatnya pada 12 Desember 2018 adalah hari naas bagi Wilfridus. Betapa tidak. Pelaku Pengepul Togel ini diciduk aparat kepolisian resort Sikka.

Kompol Iwan membeberkan, Wilfridus berhasil ditangkap Sat Intel Polres Sikka beserta sejumlah barang bukti. Berupa unag tunai Rp 307.000,00-, 30 lembar kertas rekapan , 5 lembar kertas patio, satu buha pena (balpoin) warna hijau, 2 unit HP merk Nokia, dan 1 unit mobil pick up merk Suzuki Carry1,5 warna putih dengan Nomor Polisi (Nopol) EB 8114 EB.

Atas perbuatan itu, tambah Iwan, yang bersangkutan (Wilfridus) dikenakan pasal 303 ayat (1) butir ke-2 KUHP. Dengan ancaman hukuman 10 tahun. Pelaku pengepul Togel saat ini diamankan di ruang tahanan Mapolres Sikka di Maumere. +++ amor/cnc

Sumber : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Wilfridus Wisang, Pengepul Kupon Putih ditahan Polres Sikka di Maumere, Kamis 13 Desember 2018

Foto : Doc. CNC/Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *