Strategi KPU Hadapi FLOTIM Minta TUNDA Pemilu

Karena tepat pada Hari Raya Keagamaan, elemen masyarakat merekomendasikan ke KPU Pusat agar menunda pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019 di Kabupaten Flores Timur.

Kupang, citra-news.com – KOMISI Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah menyiapkan strategi-strategi untuk menyikapi pelaksanaan Pemilu Serentak tanggal 17 April 2019, khususnya  di Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Devisi Data KPU Provinsi NTT, Fransiskus Diaz kepada wartawan mengatakan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019 khususnya di Kabupaten Flores Timur, pihak KPU Provinsi NTT terus menyaipkan srategi-strategi. Pasalnya masyarakat meminta KPU Pusat agar menunda pelaksanaan Pemilu Serentak ini pada masa Pra Paskah. Atau tepatnya pada Rabu tanggal 17 April 2019.

Diketahui bersama, oleh masyarakat setempat (dan sudah membudaya) menyebutnya perayaan minggu (pecan) ‘Semana Santa’. Dengan hari-hari penting diantaranya Hari Minggu Palma, Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Menurut Edy, terhadap pelaksanaan Pemilu tepat di hari dalam pecan suci bagi warga Indonesia di Kabupaten Flotim ini, menjadi alasan mendasar bagi KPU Provinsi NTT untuk mempersiapkan strategi-strategi. Untuk sekiranya Pemilu di Kabupaten Flotim terlaksana lebih aman, nyaman, dan kondusif.

“KPU menyiapkan strategi menyikapi pelaksanaan Pemilu Serentak di Kabupaten Flores Timur. Strategi dimaksudkan bila tidak mengalami perubahan sesuai aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang telah disampaikan ke KPU Pusat beberapa waktu lalu,”jelas Edy – demikian ia akrab disapa, kepada awak media massa di Kantor KPU Provinsi NTT di bilangan Jl. Polisi Militer Kupang NTT, Selasa 19 Maret  2019.

Edy yang juga mantan anggota KPU Kabupaten Flores Timur KPU Flotim) itu menjelaskan, pada tahun 2018 lalu pihak KPU Flotim telah melakukan rapat bersama pemerintah, dalam hal ini unsur Forkopimda dan para tokoh agama serta semua elemen masyarakat lainnya. Ada beberapa kesepakatan dan strategi yang diambil dari pertemuan dimaksud. Dalam mana telah pula disampaikan ke KPU Pusat.

“Kesepakatan yang diambil saat itu, telah disampaikan ke KPU Pusat. Namun apapun keputusan yang dambil menjadi kewenangan KPU Pusat,” ucap Edy seperti dikutip Delegasi.com

Dia menyampaikan, kesepakatan yang diambil saat itu, antara lain penundaan pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Flotim. Terutama di 98 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang berdampak langsung dengan perayaan ‘Semana Santa’.

Dari 98 TPS tersebut masing-masing, sebut Edy, ada 92 TPS di kota Larantuka (Kota Renha) yang menjadi sentral (pusat) ritual budaya keagamaan. Sementara 6 TPS lainnya tersebar di Wure Kecamatan Adonara Barat dan Konga di Kecamatan Titehena.

“Dalam rapat tersebut juga  merekomendasikan agar pelaksanaan Pemilu ke depan harus mempertimbangkan hari besar keagamaan,”tandas Edy. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Fransiskus (Edy) Diaz usai konperensi pers di Kantor KPU Prov. NTT,  di bilangan Jl. Polisi Militer Kupang NTT, Selasa 19 Maret  2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *